Homes : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
Daily News : Murray Dipermalukan Wawrinka Nadal Terlalu Tangguh Bagi Simon Clijsters Menggulung Ivanovic Kurang Dari Satu Jam Zanetti Beriman Membela Argentina di PD 2014 Button Super Pede Mampu Pertahankan Mahkotanya Robinho Hadiah Terindah Buat Milan Villa Terus Memburu Alan Curbishley Liverpool Pesismis Bisa Juarai Liga Inggris Revolusi Perancis di Tangan Blanc Pemain Perancis Wajib Nyanyikan Lagu Kebangsaan
SEARCH FOR      vibizdaily.com
BERITA POLHUKAM

Selasa, 09 Maret 2010 | 10:10 WIB
PD Nilai Calon Komisioner KPK Baru Rawan 'Titipan'

(Vibizdaily-Polhukam) Anggota Komisi III DPR dari Partai Demokrat mengkhawatirkan adanya pemborosan anggaran jika panitia seleksi komisioner KPK jadi dibentuk saat ini. Tidak hanya itu, pemilihan pimpinan KPK baru juga rawan orang 'titipan'.

"Itu benar, akan muncul pemborosan. Lalu juga ada partai-partai, kalau bisa harus orang yang bisa kita program, supaya bisa memenuhi kepentingan," kata anggota Komisi III DPR dari Partai Demokrat, Pieter Zulkifli, Senin (8/3/2010) malam.

Pieter enggan menyebutkan partai mana saja yang akan memanfaatkan pemilihan komisioner tersebut untuk memasukkan orang titipan. Termasuk apakah ada kaitannya dengan kasus tertentu.

Menurut Pieter, FPD akan terus melakukan kajian yuridis tentang perlu tidaknya pembentukan pansel tersebut. Namun, masalah ekonomis juga akan tetap menjadi pertimbangan utama.

"Ada kajian yang perlu secara ekonomis. Itu benar bagian dari proses dan harus dimengerti," lanjutnya.

Sejak awal, Demokrat menilai Tumpak adalah sosok yang paling ideal untuk memimpin KPK saat ini. Sebab, tidak banyak figur lain yang bisa mengayomi dan menjadi sosok senior dalam pemberantasan korupsi.

"Jadi kalau ada alasan penolakan perpu karena Pak Tumpak sudah terlalu tua atau karena isu agama, sungguh sangat tidak masuk akal dan rasional," tegasnya.

Sebelumnya, Komisi III DPR menolak penerbitan Perpu nomor 4 tahun 2009 tentang pengangkatan Pelaksana Tugas Pimpinan KPK tersebut. Tujuh fraksi sepakat menolak, sementara 2 fraksi lain, yakni Demokrat dan PKB, menerima.

Perpu yang menjadi dasar penunjukan langsung Plt pimpinan KPK ini diterbitkan Presiden SBY pada September 2009. Sesuai pasal 22 ayat 2 UUD 1945, setelah diterbitkan Perpu akan dimintai persetujuan DPR pada masa sidang berikutnya.

Dasar penerbitan Perpu adalah berkurangnya jumlah pimpinan KPK karena ada proses hukum. Saat itu, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah dijadikan sebagai tersangka karena dituding terlibat kasus dugaan penerimaan suap.

(ma/MA/dtc)


Send To Friends
Nama Anda
Email Anda
Email Tujuan
Pisahkan email dengan koma dan tanpa spasi.
Contoh: email@domain.com,email2@domain.com,email3@domain.com
 
Berita Fokus    
Pemain Perancis Wajib Nyanyikan Lagu Kebangsaan…    
Itulah keputusan dari pelatih baru Prancis,…    
Israel vs Malta 3 - 1    
Benayoun langsung membuka kemenangan bagi…    
Timnas Indonesia Bungkam Persita 4 - 1    
'Permainan timnas masih sangat jauh dari…    
 
Berita Terbaru    
Korsel Ingatkan "Efek Domino" Nuklir Korut…    
Menteri Persatuan Korea Selatan (Korsel)…    
Nilai Belanja Ritel Modern Capai Rp 100…    
Nilai belanja ritel modern di tahun 2010…    
AS: Pelaku Pembakaran Al Quran "Kelompok…    
Sementara kemarahan dunia sehubungan dengan…    
Pesawat Tanpa Awak Tewaskan 6 Gerilyawan    
Serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat…    
Kelompok Pembangkang Akan tetap Bakar Al…    
Satu tempat ibadah kecil di Florida, Rabu,…    
Berita Populer
AS: Pelaku Pembakaran Al Quran "Kelompok Pinggiran"
2010-09-09 11:45:00
Vatikan Kutuk Aksi Pembakaran Al Quran
2010-09-09 08:52:00
Nilai Belanja Ritel Modern Capai Rp 100 T
2010-09-09 14:04:00
Pesawat Tanpa Awak Tewaskan 6 Gerilyawan
2010-09-09 11:11:00
Kelompok Pembangkang Akan tetap Bakar Al Quran
2010-09-09 10:30:00
Polisi Kashmir Tangkap Tokoh Separatis
2010-09-09 09:45:00
Iran Minta Bantuan PBB Soal Narkotika
2010-09-09 10:15:00
Korsel Ingatkan "Efek Domino" Nuklir Korut
2010-09-09 14:14:00
Pria Berseragam Militer Tewaskan 2 Tentara AS
2010-09-09 08:50:00
Sekjen PBB Sangat Terganggu Oleh Pembakaran Al Quran
2010-09-09 09:05:00
Berita : Budaya | Politik | Bisnis | Sosial | Olahraga | FYI | Tokoh | Internasional | Nasional | Polhukam | Sosbud | Editorial | Column | Embassy Info | Embassy News | Embassy Informasi Visa Konsulat | Embassy Event | Embassy Pendidikan | Embassy Kebudayaan | Embassy Serba - Serbi | Piala Dunia | Serba Serbi | Prediksi | Man of The Match | Bola Dunia
Link : vibizportal.com | vibiznews.com | vibizlife.com | vibiz-iklanbaris.com | vibizlearning.com | vibizhope.com | visijobs.com
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY
 
2.22MB