Jumat, 26 Februari 2010 | 21:00 WIB Benarkah Iran Memperkaya Uranium untuk Nuklir?
(Vibizdaily - Editorial) Iran dicurigai melakukan pengayaan uranium untuk keperluan senjata nuklir. Iran akan mulai memproduksi uranium hasil pengayaan lebih tinggi ` dalam beberapa hari ini`, namun hasilnya masih akan sederhana untuk saat ini, kata dokumen rahasia Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang diungkapkan Kamis (11/02/2010).
Namun mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani, menyatakan bahwa laporan IAEA tersebut bias. "Itu adalah bukti jelas bahwa satu bagian laporan ini telah diajukan setelah saran dan di bawah pengaruh unsur asing," kata Rafsanjani. Ia merujuk kepada laporan yang dikeluarkan oleh badan PBB yang menyampaikan "keprihatinan" bahwa Teheran mungkin sedang membuat hululedak nuklir.
Pemimpin Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional di Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, Ahad, mendesak pemimpin Badan Tenaga Atom Internasional, Yukiya Amano, mempertimbangkan kembali laporannya mengenai kegiatan nuklir Iran.
Negara besar seperti Amerika dan Rusia tampaknya tidak tinggal diam.
Iran harus bersikap penuh tanggung jawab dan transparan untuk mengakhiri ketegangan terkait program nuklirnya, kata Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Kamis (25/02/2010).
Amerika Serikat (AS) dan Israel, Kamis (25/02/2010), membuka kembali "dialog strategis" mereka tentang program nuklir Iran untuk pertama kalinya sejak Barack Obama memimpin AS.
Menanggapi hal tersebut, Iran membantahnya. Iran sejauh ini gagal untuk menerima tawaran IAEA untuk mengayakan uraniumnya di Rusia dan memprosesnya di Perancis. Teheran bulan ini mengatakan bahwa pihaknya mulai mengayakan uranium ke tingkat yang lebih tinggi.
Isu pengayaan uranium ini tampaknya masih terus berlanjut, karena menyangkut kepentingan dunia internasional. Apalagi Amerika Serikat dan Rusia juga merasa berkepentingan, karena senjata nuklir sepertinya senjata yang memang dikuasai oleh dua negara raksasa tersebut. Apalagi jika Iran memiliki senjata nuklir yang hebat,ditakutkan mengatasi kedua negara besar tersebut.
Benarkah Iran melakukan pengayaan Uranium? Kita nantikan perkembangan berikutnya.