Homes : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
Daily News : Pengawasan ala \"Whistle Blower\" Dirjen Pajak Kasus Gayus, Kemenkeu Tetapkan 4 Tersangka Baru Hasil Audit Telat, Pertamina Undur Penerbitan Obligasi Konsumsi BBM Subsidi Meningkat, Pertamina Cairkan Stanby Load Sebagai Bagian PSO IHSG dan Rupiah Menguat Acuhkan Indeks Regional yang Dibuka Turun Pertamina Akan Turuti Keinginan Pemerintah Seputar Tabung Elpiji 3 Kg Serangan Kilat Gagalkan Pembajakan Pesawat di Rusia Euro Melewati 1,31 per Dollar Amerika Revisi UU 8 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Kecelakaan Kapal di Kongo Menewaskan 140 Orang
SEARCH FOR      vibizdaily.com
BERITA INTERNASIONAL

Senin, 08 Februari 2010 | 23:55 WIB
Pasukan India Cegah Unjuk Rasa di Kantor PBB di Kashmir

(Vibizdaily - Internasional) Pihak penguasa di Kashmir India mengerahkan ribuan polisi dan tentara , Senin untuk mencegah satu protes di luar kantor PBB menyangkut pembunuhan dua remaja laki-laki baru-baru ini yang diduga dilakukan pasukan keamanan.

Penghadang kawat berduri dipasang untuk menutup lokasi di sekitar kantor PBB , yang terdapat rumah-rumah staf pemantau pelanggaran gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol yang memisahkan Kashmir India Kashmir dengan Kashmir yang dikuasai Pakistan .

Kantor itu terletak di pusat ibu kota musim panas Kashmir, Srinagar, yang ditutup Senin untuk mencegah unjukrasa-unjukrasa oleh kelompok-kelompok pro kemerdekaan.

"Prosesi atau pertemuan tidak diizinkan di kota itu," kata hakim distrik Srinagar, Meraj Kakroo, dan menambahkan perintah telah dikeluarkan melarang berkumpul lebih dari empat orang di Srinagar.

Pemimpin pro kemerdekaan yang berhaluan moderat Mirwaiz Umar Farooq mengatakan para pemrotes berencana akan menyampaikan petisi kepada PBB agar turun tangan setelah tewasnya dua remaja itu.

Farooq dan pembantu-pembantu dekatnya dikenakan tahanan rumah dalam lima hari belakangan ini, sementara sejumlah anggota pro kemerdekaan lainnya dipenjarakan.

Wilayah itu tegang sejak Wamiq Farooq, 14 tahun tewas sepekan lalu akibat kena semprotan gas air mata.

Kemarahan masyarakat semakin meningkat akibat kematian Zahid Farooq, 17 tahun, Jumat, yang menurut para saksi mata dibunuh oleh pasukan keamanan setelah menolak meningalkan satu lokasi yang dijaga ketat.

Srinagar kini berada dalam larangan keluar rumah tidak resmi dalam enam hari belakangan ini, dan penduduk mengeluhkan persediaan pangan dan obat-obatan yang menipis.

Aksi perlawanan dua dasawarsa oleh kelompok gerilyawan yang menentang kekuasaan New Delhi di Kashmir India menewaskan lebih dari 47.000 orang, kata data resmi. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyebut jumlah korban dua kali lipat lebih tinggi dari daftar resmi itu.

(as/AS/ant)

Berita : Budaya | Politik | Bisnis | Sosial | Olahraga | FYI | Tokoh | Internasional | Nasional | Polhukam | Sosbud | Editorial | Column | Embassy Info | Embassy News | Embassy Informasi Visa Konsulat | Embassy Event | Embassy Pendidikan | Embassy Kebudayaan | Embassy Serba - Serbi | Piala Dunia | Serba Serbi | Prediksi | Man of The Match
Link : vibizportal.com | vibiznews.com | vibizlife.com | vibiz-iklanbaris.com | vibizlearning.com | vibizhope.com | visijobs.com
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY
 
1.69MB