
(Vibizdaily - Embassy Kebudayaan) Pekan Bahasa Italia di Dunia ke-9 yang dibuka sejak senin lalu masih berlangsung dengan beragam kegiatan berbahasa Italia dalam dunia kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu acara dari sisi kesenian adalah penampilan dua seniman asal Swiss yang ikut merayakan bahasa Italia sebagai bahasa di dunia.
Penulis puisi, Vanni Bianconi dan pemain instrumen cello, Zeno Gabaglio menampilkan penggabungan lirik dan musik dalam acara yang bertajuk I Cavalli Ridono atau the Laughing Horses. Lain dari pembacaan puisi biasanya, musik yang mengiringi puisi Vanni Bianconi tidaklah musik klasik secara keseluruhan tetapi musik dengan tempo cepat dan penuh hentakan.

Puisi I Cavalli Ridono sendiri terinspirasi dari musik suara, cello, flute dan musik tekno karya komposer Italia, Luigi Nono, yang berjudul Quando Stanno Morendo (When They are Dying).
Penampilan puisi berbahasa Italia ini ternyata tidak membuat penonton yang hadir karena layar yang menuliskan teks puisi tersebut dalam bahasa Inggris sangat membantu penonton untuk mengerti puisi yang bertema kematian ini. Selain itu, musik Zeno Gabaglio yang mengiri pembacaan puisi sangat berbeda dari musikalisasi puisi yang selama ini kita dengar. Musik Zeno Gabaglio memadukan teknlogi untuk membuat beat dan dibaur dengan permainan solo cello. Di beberapa bagian klimaks puisi, musik iringan terasa memacu emosi penonton dalam memaknai kata-kata dalam puisi itu.
Penampilan dua seniman Swiss yang sangat menyegarkan dan menghibur ini adalah kerjasama Institut Kebudayaan Italia (IIC) dengan Kedutaan Besar Swiss.
Swiss sebagai negara di Eropa yang berbatasan langsung dengan Jerman, Perancis dan Italia menjadikan negara Swiss menjadikan Italia sebagai salah satu bahasa nasional, selain bahasa Jerman, Perancis dan bahasa Ruman. Setelah beberapa waktu lalu Kedutaan Swiss di Jakarta ikut berpartisipasi dalam Pekan Bahasa Perancis (Francophonie), sekarang pun Kedutaan Swiss ikut mendukung Pekan Bahasa Italia (Settimana).
(rs/RS/vbd)