Selasa, 02 Februari 2010 | 21:34 WIB Afrika Selatan Menuju Piala Dunia
(Vibizdaily-Sepakbola) Sebagai tuan rumah, Afrika Selatan berhak lolos secara otomatis ke putaran final Piala Dunia 2010. Kepercayaan organisasi sepakbola itupun menjadikan Afrika Selatan sebagai negara pertama di benua hitam yang pernah menyelenggarakan Piala Dunia.
Prestasi Afsel sebenarnya tidak terlalu buruk. Sebuah gelar Piala Afrika dan dua kali tampil di Piala Dunia telah menunjukkan Afrika Selatan pantas sebagai tim tangguh. Di level Afrika, Afsel pernah satu kali mengangkat tropi Piala Afrika 1996 dari tujuh kali keikutsertaannya. Kala itu, Afsel menggasak Ghana 3-0 lebih dulu di semi-final kemudian dilanjutkan membobolkan tim tangguh Tunisia 2-0 di partai puncak. Momentum penting lainnya terjadi ketika kali pertama mereka mengamankan satu tiket menuju Piala Dunia 1998 di Perancis.
Afsel memiliki sejumlah pemain yang merumput di berbagai kompetisi bergengsi di Eropa. Mulai dari Liga Primer Inggris hingga klub elite Israel. Selain itu perkembangan Liga Utama Afrika Selatan terus melaju pesat yang menjadi kontributor penting menyumbang pemain dalam skuad Timnas. Di antara klub-klub tersebut adalah Orlando Pirates, Kaizer Chiefs, Mamelodi Sundowns hingga SuperSport United.
Semangat negara yang terakhir kali memupuskan politik apartheid di dunia ini memang luar biasa. Apalagi sepak bola alat ampuh melarutkan segala perbedaan, sekaligus menyatukan pikiran berbeda-beda yang dibalut ras. Itu pula sebabnya, mereka punya moto Ke e: Xarra Ke, sama seperti Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda, tapi satu juga, baik kelompok hitam maupun putih.
Tak urung, kapten Afsel Aaron Mokoena menjadikan laga olah raga bola terbesar di negaranya sebagai prioritas utama obsesinya. “Kami semua sadar ini kehormatan besar bisa menggelar Piala Dunia di tanah air kami. Tak banyak pemain yang bisa merasakan kehormatan seperti ini. Kami juga sadar tugas berat di depan. Bagi kami, Piala Dunia adalah prioritas, cita-cita terbesar dan tugas suci mewakili negara untuk bertanding dengan kebanggaan.”
Tokoh antiapartheid dan presiden mereka saat itu, Nelson Mandela mengatakan, sepak bola adalah wahana efektif mewujudkan persatuan. Maka, prestasi akan semakin memperkokoh persatuan. Pesan tokoh legendaris dan kharismatis itu tentu masih kuat dan tetap menjadi kekuatan moral Bafana Bafana dalam menghadapi Piala Dunia 2010 nanti. Mereka juga menunjukkan kemajuan berarti. Di Piala Konfederasi baru lalu, mereka masuk final dan hanya kalah tipis dari Brasil maupun Spanyol.
Peluang Afsel di Grup A sendiri cukup berat mengingat mereka harus mampu mengatasi tim-tim kuat seperti Meksiko, Uruguay dan Perancis.