Selasa, 13 Oktober 2009 | 12:11 WIB
Disbudpar Babel Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni
(Vibizdaily-Sosbud) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Bangka Belitung (Babel) terus mendorong para generasi muda untuk melestarikan serta mengembangkan kesenian dan kebudayaan daerah.
"Kami terus dorong generasi muda untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan daerah agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel, Yan Megawandi di Pangkalpinang, Senin.
Disbudpar selalu menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya untuk melestarikannya sehingga tidak diklaim oleh daerah atau negara lain seperti kasus tari Pendet Bali.
"Klaim bisa dihindari kalau kesenian dan budaya daerah tetap dilestarikan dan dikembangkan, dalam hal ini kami mengharapkan peran generasi muda," katanya.
Ke depan, kata dia, untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah tidak hanya dengan menggelar berbagai pertunjukan, tetapi berupaya bagaimana generasi muda mampu menggali dan menjiwai filosofi seni.
"Generasi muda diharapkan tidak hanya mampu mengekspresikan seni dan budaya, tetapi harus menjiwai dan menggali filosofinya," katanya.
Dia tidak hanya mengkhawatirkan seni dan budaya daerah diklaim, tetapi juga hilang digilas kemajuan zaman akibat generasi muda tidak mampu melestarikan dan mengembangkannya.
"Salah satu upaya untuk mempertahankan seni dan budaya daerah agar tetap terlestarikan dengan menjiwai dan menggali filosofinya karena seni dan budaya itu akan lengket dan terus menjadi ciri dan jati diri daerah, jika sudah menjiwai dan memahami filosifinya," katanya.
Disamping itu, kata dia, seni dan budaya daerah harus terus dipromosikan agar masyarakat luar mengetahuinya bahwa tarian dan budaya tersebut berasal dari Babel.
"Dengan demikian, maka kesenian tradisional dan budaya daerah tidak dengan mudah dicolong atau diklaim oleh daerah lain," ujarnya.
Ke depan, kata dia, seni dan budaya ini harus ditransformasikan dengan baik kepada generasi muda yang merupakan komponen terpenting dalam menjaga dan melestarikan kesenian dan budaya daerah.
"Babel memiliki banyak kesenian dan budaya, ini harus dilestarikan. Selama ini generasi muda sudah mampu mengkreasikan seni dan budaya itu dengan baik melalui berbagai pertunjukan, namun lebih jauh harus menjiwai dan memahami filosofinya," ujarnya.
Memang, kata dia, untuk mentrasformasikan nilai-nilai seni dan budaya kepada generasi muda tidak semudah membalikkan telapak tangan tetapi butuh waktu dan proses yang panjang.
"Jati diri seni dan budaya daerah juga harus ditemukan, yang pada akhirnya nanti mampu menjiwai dan memahami filosofi seni dan budaya itu sendiri," ujarnya.
(srs/SRS/ant)
|