Senin, 08 Februari 2010 | 13:53 WIB
SBY Minta Penanganan Kejahatan Kelas Teri & Kakap Dibedakan
(Vibizdaily-Polhukam)Mata hati harus peka dan sensitif dalam menegakkan hukum dan keadilan. Penegakan hukum bagi kejahatan yang dilakukan oleh kelas bawah dan kejahatan kelas kakap harus dibedakan.
Imbauan itu disampaikan Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam acara Rapimnas Polri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2010).
"Hukum dan keadilan itu serupa tetapi tidak sama. Yang kita tuju adalah keadilan, jangan ada diskriminasi. Lakukan kesetiakawanan kepada yang lemah dan bagaimana keadilan bisa lebih ditegakkan lebih daripada penegakan hukum itu sendiri," kata SBY.
SBY mencontohkan, ada seorang pegawai negeri sipil kelas bawah 1A. Dia khilaf mengambil uang negara Rp 1 juta. Setelah dicek ternyata 2 anak dan istrinya sakit, dan masuk rumah sakit.
"Mengambil Rp 1 juta memang keliru. Tetapi cara melihatnya harus berbeda dengan orang yang mencuri uang negara Rp 10 miliar yang seharusnya tidak dia lakukan," ujar dia.
"Mata hati kita harus peka dan sensitif melihat hal seperti ini. Itulah yang membedakan antara hukum dan justice. Saya kira masih banyak kejahatan by design yang saya contohkan karena kekhilafan dan cara penanganannya harus beda," lanjut SBY.
(ras/RAS/dtc)
|