Kamis, 11 Maret 2010 | 13:52 WIB
Yaman Peringatkan Oposisi Tak Lancarkan Protes
(Vibizdaily - Internasional) Partai yang berkuasa di Yaman, Rabu, memperingatkan Gerakan Selatan agar tidak melancarkan protes anti-pemerintah, sehari setelah presiden menyeru kelompok separatis selatan agar terlibat dalam dialog dengan pemerintah.
Kongres Rakyat Umum, yang berkuasa, memperingatkan pemimpin oposisi Partai Pertemuan Bersama (JMP) dan gerakan separatis di selatan agar tak melancarkan demonstrasi, demikian antara lain isi pernyataan yang dikirim ke jejaring partai yang berkuasa tersebut.
"Kami memperingatkan pemimpin oposisi JMP agar tidak bertindak terlalu jauh dalam memicu kecenderungan separatis dan regionalisme, fanatisme, dalam menyerukan kekerasan dan bermain api," demikian isi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu mengatakan peringatan tersebut dikeluarkan setelah JMP menyelenggarakan "kegiatan protes yang meliputi aksi kekerasan dan serangan terhadap harta masyarakat di provinsi al-Baidha di bagian selatan negeri tersebut hari ini".
Gerakan Selatan adalah satu bagian dari kelompok oposisi Partai Sosialis Yaman, yang menjadi salah satu anggota gerakan oposisi terbesar, JMP.
Pernyataan itu tak memberi perincian lebih lanjut mengenai kerusuhan tersebut.
Namun media resmi di negeri itu, Selasa, melaporkan lima puluh pria bersenjata di satu mobil menerobos ke dalam kompleks pemerintah, Ahad larut malam, dan menembak hingga tewas seorang prajurit dalam serangan yang dikatakan pemerintah dilakukan oleh kelompok separatis.
Pada Selasa, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menyeru kaum separatis yang aktif di Yaman selatan agar terlibat dalam dialog dengan pemerintah dalam upaya memadamkan perasaan pemisahan diri.
Saleh menuduh oposisi mendukung Gerakan Selatan dan "kekuatan lain pelanggar hukum" yang bertindak tak sejalan dengan kestabilah dan keamanan Yaman.
Pernyataan Rabu menyampaikan tuduhan yang sama terhadap gerakan oposisi.
"Tidak seorang pun di dalam negeri yang menerima berlanjutnya seruan yang menggelincirkan dari pemimpin JMP membahayakan keamanan, kestabilan, kedamaian masyarakat dan persatuan nasional," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Partai yang berkuasa menyeru oposisi agar berhenti merusak prinsip persatuan dan nasional.
Yaman selatan dan utara bersatu pada 1990, berdasarkan kesepakatan antara Kongres Umum Rakyat dan Partai Sosialis Yaman. Namun, kesepakatan itu berantakan, sehingga mengakibatkan krisis antara kedua sekutu tersebut, yang berkembang jadi perang saudara dua bulan pada 1994.
Kini, suara meningkat di Yaman selatan --tempat keinginan pemisahan diri merebak luas, dan menyerukan pemisahan diri dari Yaman utara serta pemulihan negara Yaman selatan.
Kaum separatis selatan menuduh pemerintah, yang berpusat di Sana`a, condong ke arah orang utara dan tidak peduli pada masalah mereka, terutama berkenaan dengan proses pembangunan.
Pemerintah Sana`a telah melancarkan penindasan luas di tiga provinsi bergolak di Yaman selatan, dan menciduk 27 orang dalam apa yang dikatakan Kementerian Dalam Negeri sebagai pelaku kejahatan dan sabotase.
Beberapa tahanan dituduh terlibat dalam demonstrasi tidak sah terhadap persatuan Yaman.
Pemerintah juga melancarkan beberapa pembersihan keamanan serupa selama satu bulan belakangan dalam upaya mengekang pertemuan umum besar yang diselenggarakan di seluruh provinsi selatan dengan tujuan mengumpulkan dukungan internasional bagi masalah mereka.
(bns/BNS/ant)
|