Senin, 08 Maret 2010 | 19:32 WIB
50 Pengungsi Korut Di Kedutaan Korsel Beijing
(Vibizdaily - Internasional) Sekitar 50 warga Korea Utara mengungsi di misi-misi diplomatik Korea Selatan di China, hidup seperti tahanan karena masalah keamanan, kata kelompok hak asasi manusia (HAM) Seoul, Senin.
Kurang lebih 30 orang bahkan sudah berada di kedutaan Korea selatan di Beijing atau di konsulat-konsulat lebih dari setahun, kata Koalisi Warga Negara untuk HAM orang-orang yang diculik dan pengungsi Korea Utara.
"Kedutaan melarang mereka bergerak dan berkomunikasi dengan kenalannya di luar, karena penjagaan keamanan ketat dan pemeriksaan oleh kepolisian China," kata ketua koalisi, Do Hee-Yeun, kepada AFP.
"Mereka tinggal seperti di dalam tahanan," katanya.
Dia menambahkan, bahwa China berniat menunda perundingan-perundingan dengan Korea Selatan mengenai keberangkatan mereka ke Seoul, untuk menunjukkan bahwa kedutaan tidak aman bagi pengungsi.
Hampir semua pengungsi Korea Utara menyeberang ke China, namun menghadapi pemulangan paksa jika tertangkap, dan menghadapi resiko hukuman keras di dalam negeri mereka.
Kebijakan Beijing memperlakukan para pengungsi itu sebagai migran ekonomi telah dikecam keras oleh kelompok-kelompok HAM.
Para pengungsi yang ditampung di kedutaan memicu pengamat HAM Korea Selatan untuk mulai melakukan pemeriksaan.
Para aktivis HAM mengklaim Seoul tidak bersedia menangani masalah itu karena khawatir menimbulkan masalah diplomatik dengan Beijing.
Mereka telah meminta izin untuk saling mengirim surat dengan para pengungsi Korea Utara yang berada di dalam gedung kedutaan.
Kementerian luar negeri Korea Selatan tak punya jumlah mereka, namun mengatakan, pihaknya berusaha keras untuk membawa para pengungsi itu ke Seoul, dan untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka di dalam kedutaan atau konsulat-konsulat.
Banyak pengungsi yang meninggal China dan pergi ke negara-negara Asia Tenggara dulu dengan harapan untuk bisa menetap di Korea Selatan.
Sekitar 18.000 warga Korea Utara telah tiba di Korea Selatan sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir, namun sebagian besar terjadi pada beberapa tahun belakangan ini.
(fam/FAM/ant)
|