(Vibizdaily - Embassy Kebudayaan) Pekan Kebudayaan Korea (Korean Cultural Week) yang dibuka Jumat (9/10), hari ini menghadirkan pameran sulaman Korea di Museum Nasional, Jakarta. Pameran ini menampilkan ratusan hasil sulaman karya Han Sang-soo, seorang ahli sulam Korea yang sangat terkenal dengan sulamannya yang halus.

Pameran karya sulaman Han Sang-soo yang dihasilkan sejak 30 tahun lalu telah dipamerkan di China, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, dan kini di Indonesia resmi dibuka dengan pemotongan pita oleh Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Ho-young, dan para tamu kehormatan lainnya.
Ciri sulam Korea terdapat pada tekstur dan warna-warnanya yang sangat indah. Bagi bangsa Korea, sulaman mempunyai arti penting karena sulaman hadir dalam semua segi kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional, seperti: baju dengan variasi motif yang menarik, alat-alat rumah tangga seperti penutup bantal, tempat kacamata, kipas, hingga kantung tempat obat-obatan.

Sulaman di Korea pertamakali diperkenalkan pada masa Dinasti Goryeo (918-1392). Awalnya berasal dari Persia, kemudian menyebar ke India, China dan kemudian ke Korea. Sejak saat itu, sulaman bergambar burung, bunga, hewan dan pemandangan menjadi hal yang penting untuk dekorasi upacara-upacara penting di Korea dan juga pada baju-baju yang dikenakan. Bagi orang Korea, menyulam bukan merupakan seni yang mudah atau hanya untuk sekadar hobi. Dahulu, sulaman adalah hasil dari mimpi dan harapan para waniita Korea. Hal ini dikarenakan pada masa dinasti Joseon, wanita dengan status sosial tinggi tidak memiliki kebebasan untuk meninggalkan rumah. Mereka akhirnya berimajinasi bahwa mereka seperti seekor lebah yang dapat terbang bebas dari bunga yang satu ke yang lainnya. Imajinasi ini kemudian dinyatakan dalam sulaman di baju mereka. Tidak hanya sebagai pelambang mimpi dan harapan, sulaman juga dipercaya memberi kemakmuran untuk pengantin yang bajunya disulam sendiri oleh ibunya.

Para pengunjung pameran yang terdiri dari para ekpatriat, termasuk warga Korea yang berada di Jakarta terlihat sangat kagum dengan hasil sulaman Han Sang-soo. Seorang pengunjung Korea yang ditemui Vibizdaily disela-sela pameran, Soonjae Lee menyatakan, "sulaman yang dipamerkan sangatlah halus seperti melihat lukisan bukan benang sulaman".

Pameran sulaman Korea yang menghadirkan hasil sulaman seperti hiasan dinding, baju pengantin, baju anak, kipas, penutup bantal dan banyak lainnya akan dipamerkan hingga 18 Oktober 2009.
(rs/RS/vbd)