Selasa, 09 Maret 2010 | 16:00 WIB Pengejaran Teroris, Dari Aceh Hingga Pamulang
Foto : ant
(Vibizdaily - Editorial) Pengejaran terhadap kelompok ?yang diduga kuat sebagai jaringan terorisme di Aceh, dilakukan Kepolisian sejak 23 Februari lalu. Sebanyak 19 tersangka teroris telah dibekuk, termasuk 2 tersangka pemasok senjata yang ditangkap di Jawa Barat dan Jakarta. Penggerebekan itu menyebabkan 3 aparat kepolisian meninggal dunia.
"Jumlah teroris yang tertangkap 19 orang. 16 Orang tertangkap dan 3 orang meninggal," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri usai menghadiri acara MoU Kepolisian dengan Depdiknas di Manara Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (8/3/2010).
Namun tidak berhenti sampai di Aceh saja, Kepolisian terus mengembangkan penyelidikan, hingga akhirnya mengejar sampai ke Pamulang, Tangerang.
Kadensus 88 Brigjen Pol Tito Karnavian memastikan bila pelaku teroris di Pamulang, Tangerang memiliki kaitan dengan teroris di Aceh. Jaringan di Pamulang merupakan pihak yang mengirimkan orang ke Aceh.
Penggerebekan kelompok teroris itu dilakukan di Ruko Multiplus, Jalan Raya Siliwangi, Pamulang, Selasa (9/3/2010). Jalan ini dulu dikenal dengan Jalan Raya Puspitek, karena akses menuju Puspitek Serpong. Lokasi ruko ini berdekatan dengan Pamulang Square.
Dalam penggerebekan tersebut, 1 orang wanita dan 1 orang pria ditangkap, sedangkan 1 orang teroris diperkirakan tewas. Siapa teroris yang tewas tersebut? Belum ada yang dapat memastikan, namun ada dugaan yang tewas adalah Dulmatin. Hal ini semakin diperkuat dengan pernyataan Kadensus 88 Brigjen Pol Tito Karnavian menyebutkan bahwa kelompok terorisme di Ruko Multiplus Pamulang adalah pemain lama. "Ini pemain besar," kata Tito tanpa menyebut siapa yang dimaksud.
Penggerebekan juga dilakukan di daerah Pamulang lainnya. Pasukan antiteror Mabes Polri, Selasa (9/3/2010) juga menggerebek sebuah rumah di Jl Dr Setiabudi, Pamulang.Kawasan ini hanya berjarak sekitar 1 Km dari lokasi penggerebekan yang pertama. Rumah yang digerebek lokasi persisnya berada di Gang Asem.Dikabarkan satu orang teroris tewas.
Namun kabar terakhir dari Mabes Polri menyatakan, korban teroris yang tewas bukanlah Dulmatin, namun teroris dengan inisial YI atau M.
"Hari ini tertangkap dan ada yang tertembak di Pamulang. TKP pertama itu pukul 11.00 WIB di Jl Siliwingi No 6 Pamulang. Tertembak satu orang berinisial YI alias M," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2010).
Kerja pihak Kepolisian dan Densus memang terkadang diam-diam dan tiba-tiba, sehingga sebagai masyarakt awam, bisa jadi kita tidak mengetahui kalau pengejaran teroris ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Memang beralasan, karena kalau sampai rencana pengejaran teroris terpublikasi, maka para teroris tentunya akan melarikan diri.
Kita tunggu saja pergerakan kepolisian dan Densus 88 ini, kita percayakan kepada pihak yang memang ahlinya. Akankah penggerebekan ini sebagai satu kaitan dengan jaringan teroris lainnya seperti Noordin M. Top? Atau ada jaringan seperti ada dugaan yaitu Al Qaida? Semuanya masih belum jelas. Yang pasti mari kita dukung upaya pihak kepolisian dan Densus 88 untuk menumpas terorisme di Indonesia.