(Vibizdaily - Editorial) Isu reshuffle kabinet selama beberapa hari ini terus bergulir, hal ini terkait proses penyelidikan kasus Bank Century yang dilakukan oleh Pansus Bank Century DPR RI. Koalisi Partai Demokrat, partai pemenang Pemilu, yang tadinya diharapkan mendukung penuh pemerintahan sekarang, ternyata banyak mengeluarkan pernyataan keras dan berani seputar kasus Bank Century.
Koalisi Partai Demokrat seperti fraksi Partai Golkar, PKS dan PPP, kelihatannya mulai berhati-hati. Sebelum isu reshuffle kabinet muncul, ketiga partai koalisi tersebut dengan beraninya menyatakan bahwa kasus Bank Century ini melibatkan Gubernur BI dan Ketua KSSK waktu itu, yang notabene saat ini adalah Wakil Presiden dan Menteri Keuangan. Bahkan isu pemakzulan Presiden pun semakin hangat ?bergulir
Namun kemudian menjelang masa kerja pansus akan berakhir, Sekjen Partai Demokrat, Amir Syamsudin menggulirkan isu reshuffle kabinet tersebut.
Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengaku kecewa dengan sikap sejumlah partai koalisi yang menghembuskan isu pemakzulan. Amir menilai teriakan pemakzulan itu berbau revolusi, aneh dan layak diganjar reshuffle kabinet. "Beberapa partai koalisi sudah bertindak di luar nalar politik. Reshuffle kabinet, menurut saya pribadi, menjadi sangat diperlukan," kata Amir.
Namun beberapa anggota fraksi pansus DPR menyikapi isu reshuffle cabinet tersebut dengan tenang. Hal tersebut dinyatakan beberapa anggota fraksi pansus DPR pada acara diskusi 'Adakah Solusi Pansus Bagi Partai Koalisi?' di presroom DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/2/2010).
Wasekjen PPP, M Romahurmuzy menyatakan bahwa sejak awal posisi menteri di kabinet saat ini adalah pemberian, jadi kalaupun di reshuffle tidak menjadi masalah. Namun dalam pernyataannya, Romi, demikian panggilan akrab M Romahurmuzy, posisi SBY aman dan PPP tidak mengajukan pemakzulan dalam hal ini.
Sementara anggota fraksi Partai Golkar, Aziz Syamsuddin menyatakan bahwa koalisi dibentuk bukan untuk menyepakati pelanggaran, justru koalisi bertugas menyatakan kebenaran. Fraksi Partai Golkar sendiri menyatakan belum ada indikasi adanya pemakzulan terhadap Presiden.
Demikian juga anggota pansus dari fraksi PKS, Muhkamad Misbahkun menyatakan bahwa PKS ingin membuka kasus Bank Century ini seterang-terangnya, karena ini juga yang diinginkan oleh Presiden SBY. Sejauh ini fraksi PKS juga tidak menyampaikan isu pemakzulan terhadap Presiden.
Jika dilihat pernyataan dan tindakan yang dilakukan para koalisi pemerintah saat ini, maka tidak ada isu pemakzulan yang disampaikan, dengan demikian tentu tidak beralasan dilakukan reshuffle kabinet. Memang bisa saja isu tersebut digulirkan untuk memberikan sedikit “shock therapy” bagi para partai koalisi, untuk mengingat kembali kesepakatan di antara mereka.
Namun hendaknya benar seperti yang dinyatakan Presiden SBY supaya kasus Bank Century ini dibuka seterang-terangnya, dengan demikian rakyatpun akan melihat keseriusan para wakil rakyat untuk menyatakan kebenaran.