Sabtu, 08 Agustus 2009 | 08:00 WIB
Ribuan Kembang Api Tandai SIPA 2009
Ribuan kembang api yang dinyalakan penonton menjadi penanda dibukanya Solo International Performing Art (SIPA) 2009 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah pada Jumat (7/8) malam.
"Yang dilakukan di dalam pembukaan SIPA 2009 ini menunjukkan semangat masyarakat untuk memperkuat karakter Kota Solo sebagai kota budaya dan kota pertunjukan," kata Ketua Umum SIPA 2009, Irawati Kusumarasri di Solo, Jumat.
Ribuan kembang api yang dinyalakan tersebut disertai dengan dicabutnya dua gunungan wayang oleh Wali Kota Solo, Joko Widodo dan Direktur Utama Bank Jateng, Hariyono yang juga merupakan simbol pembukaan acara tersebut.
Suasana semakin meriah ketika 20 penari yang membawa wayang masuk ke panggung melakukan tarian pembukaan SIPA 2009.
Pada hari pertama SIPA 2009 tersebut, terdapat empat kelompok kesenian yang tampil, antara lain Solo Dance Studi yang membawakan tari Wiri-wiri, Jakarta Korea Children`s Choir, Otto Sidharta dengan musik kontemporernya, dan Slamet Gundono yang membawakan sebuah teater.
Tari Wiri-wiri yang menjadi penampilan pertama dalam SIPA 2009 tersebut bercerita tentang kemuakan, penolakan sosial, dan bentuk-bentuk penindasan hak asasi manusia (HAM).
Tarian yang diciptakan oleh penari terkenal, Eko Supriyanto itu juga mengkritik tentang tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI).
Kritikan-kritikan tersebut ditunjukkan melalui gerakan-gerakan teatrikal yang dilakukan tujuh penari dari kelompok seni tersebut.
Jakarta Korea Children`s Choir yang tampil di urutan kedua menyanyikan empat lagu tradisional Korea, antara lain Guenettwigi, Talchum, Woojoojajungeo dan Wonderful Solo.
Pada penampilan berikutnya, Otto Sidharta menyuguhkan sebuah pertunjukan musik kontemporer berupa suara-suara alam dan binatang.
Slamet Gundono yang menjadi peserta terakhir menampilkan sebuah teater dengan judul "Semar Meteng".
"Solo International Performing Art" (SIPA) 2009 yang menampilkan sejumlah peserta dari delapan negara, antara lain Indonesia, Korea Selatan, Taiwan, Philipina, Denmark, Singapura, Jepang, dan Venezuela tersebut akan berlangsung hingga Senin (10/8).
(rs/RS/dtc)
|