Sabtu, 04 Juli 2009 | 10:13 WIB
Budayawan : Musium HarusTampil Menarik
Museum Ronggowarsito dituntut agar bisa tampil lebih menarik untuk bisa menggait pengunjung dan dekat dengan masyarakat.
"Museum harus punya cara lebih modern dan variatif agar bisa memikat warga dan tidak terkesan elitis," kata pemerhati budaya Prof. Soetomo saat menghadiri sarasehan budaya dalam rangka hari ulang tahun ke 20 Museum Ronggowarsito di Semarang, Jumat.
Menurut dia, pengunjung museum cenderung sepi. Hal ini dikarenakan masyarakat sekarang tidak mempunyai kesadaran sejarah yang tinggi.
"Pemerintah juga tidak mendukung untuk menumbuhkan kesadaran itu, justru hanya disibukkan dengan kepentingan politik," katanya.
Selain itu, kata dia, kesadaran untuk menghargai benda-benda bersejarah warisan nenek moyang Indonesia masih kurang. Terbukti banyak benda-benda bersejarah terbengkalai dan kurang perawatan.
Ia mencontohkan, seperti patung-patung di musium Radya Pustaka Solo sampai dijual orang, menurutnya hal ini karena tidak ada penghormatan.
"Saat benda bersejarah tersebut dicuri orang, baru bingung, sebelumnya hanya dibiarkan saja," katanya.
Ia menambahkan, hal yang merisaukan mengapa tidak akrab di mata masyarakat karena museum tidak mempunyai "personal branding" pada pasar. Ia menilai tampilan fisik yang diperlihatkan kepada masyarakat kurang optimal.
"Museum tidak harus menyendiri dengan barang-barang kunonya, tetapi harus memasyarakat," katanya.
Menurut dia, hal yang perlu dilakukan oleh museum adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat supaya lebih terbuka, bervariatif, dan nyaman untuk dikunjungi.
"Pemerintah selaku pengelola juga harus lebih bertanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya tersebut, jangan sampai pencurian yang terjadi di Museum Radya Pustaka terulang lagi," katanya.
Selain itu, kata dia, perlunya sosialisasi dan promosi optimal kepada masyarakat agar lebih memasyarakat.
"Kalau perlu tampilan fisiknya dibuat lebih cerah dan modern, seperti kesenian musik, tampilan audivisual," katanya.
Dalam berpromosi, menurut dia, hendaknya dilakukan dengan cara modern seperti, seminar, kerjasama dengan berbagai pihak, membentuk kelompok pecinta musium, dan melakukan pendekatan yang lebih kekeluargaan.
"Jangan sampai pemerintah hanya bisa membuat museum tapi tidak merawat," kata dia.
Ia mengatakan, di Semarang ada banyak museum yang sampai saat ini masih sepi pengunjung,seperti Museum Ronggowarsito, Museum Mandala Bhakti, Museum Nyonya Mener, Museum Jamu jago, Museum di Masjid Agung Jawa Tengah.
"Museum tersebut sepi karena tidak dikenalkan dengan masyarakat," katanya.
Kepala Museum Ronggowarsito Puji Joharnoto mengatakan, untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, pada 5 Juli 2009 nanti bertepatan dengan hari ulang tahun Museum Ronngowarsito akan dibuka secara gratis untuk masyarakat umum.
"Selain itu juga akan didirikan bangunan dengan konsep outdoor exhibition koleksi patung," katanya.
(jb/JB/ant)
|