Rabu, 19 Mei 2010 | 14:35 WIB
Proyek Minyak Shell Di Nigeria Dekati Penyelesaian
(Vibizdaily - Bisnis) Sebuah proyek gas dan minyak terkemuka Royal Dutch Shell mendekati penyelesaian di Niger Delta yang kaya minyak yang ditetapkan memproduksi lebih dari 70.000 barel minyak per hari, perusahaan itu mengatakan, Selasa.
The Gbaran-Ubie Integrated Oil and Gas Project di selatan negara bagian Bayelsa itu saat ini mengebor lebih dari 30 sumur dan telah dihubungkan sebuah fasilitas pusat pemrosesan untuk mengolah baik minyak maupun gas, sebuah pernyataan perusahaan itu menyebutkan.
Pada puncaknya, perusahaan minyak itu juga akan memproduksi satu miliar standar kaki kubik gas per hari, kata pernyataan itu.
"Proyek Gbaran merupakan suatu pembangunan klas dunia yang akan mendorong sumber-sumber gas dan minyak Nigeria secara signifikan," kata manager proyek tersebut Okee Elechi.
"Proyek tersebut akan membantu memenuhi target pemerintah untuk mengurangi pengembangan (gas), menyediakan lebih banyak energi untuk Nigeria dan meningkatkan ekspor gas alam cair," katanya.
Nigeria, eksportir minyak terbesar ke delapan dunia, memperoleh 90 persen lebih pendapatan luar negerinya dari penjualan minyak mentah.
Proyek tersebut dijadwalkan selesai sekitar 2010 hingga 2011, kata perusahaan itu seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan tanggal yang pasti. Perusahaan itu akan mengirim gas ke pusat pembangkit di kawasan Niger Delta.
Minyak yang diproduksi proyek tersebut akan diekspor dari terminal minyak mentah Bonny, Shell Petroleum Development Company (SPDC), tulis pernyataan itu.
Pada akhir tahun lalu, proyek tersebut, yang dimulai pada 2005, lebih dari 80 persen sudah diselesaikan dengan jaringan pipa sepanjang 300 km, tambahnya.
Sementara itu Nigerian National Petroleum Corporation (NNPC) milik pemerintah pada Februari lalu menandatangani kesepakatan pinjaman 1,69 miliar dolar (1,36 miliar euro) dengan Shell untuk menutupi investasi sahamnya dalam kesepakatan itu, kata para pejabat Shell.
SPDC merupakan pemasok gas utama ke pabrik Nigerian Liquefied Natural Gas di Bonny dari beberapa ladang-ladangnya.
(bns/BNS/ant)
|