Senin, 01 Maret 2010 | 14:10 WIB
Kemen-KUKM Segera Perkuat Industri Kakao Nasional
(Vibizdaily - Bisnis) Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKUKM) menyatakan akan segera memperkuat industri kakao nasional.
"Kakao Indonesia merupakan komoditas kakao terbaik ketiga dunia setelah Ghana dan Pantai Gading," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemen-KUKM, Chairul Djamhari, di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, pihaknya telah mengajukan anggaran secara khusus dalam APBN-P 2010 salah satunya untuk merevitalisasi industri kakao nasional.
Selama ini, kata Chairul, harga kakao Indonesia selalu anjlok di pasaran dan hanya mampu menempati posisi ketiga dunia padahal dari segi tampilan fisik dan kualitas produk tidak kalah dengan dua kompetitor yakni Ghana dan Pantai Gading.
"Setelah ditelusuri ternyata produk kakao kita kalah di pasaran internasional karena tidak terlebih dahulu melalui proses fermentasi," katanya.
Proses fermentasi untuk kakao diperlukan agar produk menjadi lebih awet disimpan dan lebih unggul dalam pemrosesan lanjutan.
Chairul menambahkan, untuk memfermentasi kakao ternyata tidak diperlukan proses yang rumit.
"Kita sudah mempelajari tentang fermentasi kakao dan ternyata tidak ada yang sulit sama sekali. Selama ini pelaku usaha kakao kita belum tahu tentang hal itu," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya akan mendampingi dan memperkuat industri komoditas tersebut dengan berbagai cara termasuk memetakan sentra produksi terbesar yang selama ini tersebar di enam provinsi di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Nangroe Aceh Darussalam.
Pihaknya akan melakukan pendampingan dan perkuatan terhadap sentra-sentra kakao terbesar di antaranya melalui program capacity building para pelaku industri kakao.
"Selama ini pengusaha kakao tidak mungkin menjalankan usahanya secara individual, tetapi pasti menggunakan wadah seperti sentra, koperasi, ataupun kelompok produksi," katanya.
Pihaknya juga akan memberikan fasilitas pendukung produksi dari mulai peralatan hingga bantuan perkuatan modal.
"Kami akan membuka akses kepada mereka dalam hal pendanaan, melalui skim yang sudah ada misalnya KUR atau LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir-KUMKM)," kata Chairul.
Ia menambahkan, kakao merupakan salah satu komoditas strategis yang harus mulai dikembangkan agar mampu bersaing langsung di pasar internasional terutama dalam era perdagangan bebas ASEAN-China.
Kakao menempati posisi strategis di samping produk UKM andalan yang akan bersaing langsung dengan produk asal China di antaranya furniture, tekstil, dan garmen.
(bns/BNS/ant)
|