Selasa, 09 Februari 2010 | 08:30 WIB
IHSG Masih Dalam Tekanan
(Vibizdaily-Bisnis) Indeks Harga Saham Gabungan kemarin ditutup melemah dan meluncur menjauhi level 2.500. IHSG tercatat mengalami penurunan terburuk dibandingkan bursa Asia lainnya.
?
Pada perdagangan Senin (8/2/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 43,404 poin (1,72%) ke level 2.475,572. Indeks LQ 45 juga melemah 9,417 poin (1,93%) ke level 479,165.
Sentimen negatif kembali menghinggapi pasar saham pada perdagangan Selasa (9/2/2010) ini. Rontoknya bursa-bursa utama dunia kembali akan menekan IHSG ke teritori negatif. Namun hadirnya emiten baru, PT Pembangunan Perumahan (PP) diharapkan bisa membawa sedikit angin segar.
Saham-saham AS turun tajam pada Senin waktu setempat, di tengah berlanjutnya kekhawatiran mengenai masalah utang di zona euro, mengirim Dow Jones industrial ditutup di bawah 10.000 untuk pertama kalinya sejak November.
Blue-chip Dow Jones Industrial Average merosot 103,84 poin (1,04 persen) menjadi berakhir pada 9.908,39, karena aksi jual menguat pada jam-jam terakhir.
Indeks komposit saham teknologi Nasdaq menyusut 15,07 poin (0,70 persen) menjadi 2.126,05 dan indeks pasar luas Standard & Poor`s 500 kehilangan 9,45 poin (0,89 persen) menjadi 1.056,74.
Pasar global rapuh karena para investor bergulat dengan kekhawatiran bahwa utang negara Yunani, Spanyol dan Portugal mungkin tidak dapat untuk menstabilkan keuangan publik mereka, setelah menghabiskan dana besar-besaran untuk memerangi resesi.
Analis mengatakan bahwa masalah di zona euro meningkatkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global, sekalipun jika krisis utang segera dihindari.
"Dengan asumsi krisis utang negara ditangguhkan melalui pinjaman dan intervensi di luar, seperti yang seharusnya, pertanyaannya kemudian menjadi apakah pemulihan dunia maju," ujar ekonom Donald Ratajczak di Morgan Keegan.
"Beberapa keyakinan tersandung di Eropa bahkan sebelum krisis utang negara ini mengangkat sejumlah kekhawatiran."
Pasar dibuka kembali Senin setelah empat kali berturut-turut mengalami penurunan mingguan untuk Wall Street dan sesi volatile pada Kamis dan Jumat yang melihat indeks blue-chip Dow turun di bawah 10.000 poin sebelum rebound setiap hari.
Beberapa analis menunjuk ke sebuah tanda pergeseran di tengah sentimen jatuh dari pemulihan tertinggi yang tercapai pada Januari.
"Keseluruhan suasana telah berubah tajam. Perekonomian belum berubah, tapi koreksi kaku tidak cepat mengubah suasana hati dan biasanya cukup banyak waktu diperlukan untuk memperbaiki kerusakan teknis," kata Al Goldman dari Wells Fargo Advisors.
"Perubahan besar adalah bahwa sebagian besar harga saham turun dan ketakutan meningkat ... Ada sedikit tanda-tanda koreksi sudah selesai, jadi kami menyarankan investor untuk tidak mengejar kekuatan tapi melakukan pembelian selektif dalam aksi jual tajam."
Bursa Tokyo juga kembali dibuka melemah setelah kemarin untuk pertama kalinya ditutup di bawah level 10.000. Indeks Nikkei-225 pada perdagangan Selasa dibuka melemah 72,92 poin (0,73%) ke level 9.878,90.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
?
eTrading Securities:
?
Indeks hari ini berpotensi meguat dengan kisaran pada 2,472 – 2,550, didukung penguatan indeks regional dan Eropa. Pada perdagangan kemarin, indeks mengalami penurunan 43 poin (-1.72%) ke level 2,475, dipicu foreign sell asing yang mencapai Rp 2,2 Triliun. Investor dapat mencermati saham ASII, BMRI, BBRI dan BUMI.
?
Panin Sekuritas:
?
IHSG tertekan cukup dalam sebelum akhirnya bergerak menguat menjelang penutupan. Anjloknya indeks didorong oleh wacana reshuffle kabinet yang tengah hangat dibicarakan saat ini. Akan tetapi, reboundnya bursa eropa berhasil meredam turunnya indeks. Kami perkirakan hari ini meski masih dibayangi oleh pergerakan bursa regional, akan tetapi mulai terlihat kesempatan untuk melakukan buy on weakness terhadap saham bluechip yang turun tajam dalam beberapa hari terakhir. Kisaran support-resistance 2.400-2.500.
?
Optima Sekuritas:
?
Indeks tertekan hebat hingga level 2.431 (-3.3%) sebelum akhirnya di tutup di level 2.475 sehingga hanya melemah 1.7%. Di samping faktor regional, saham blue-chip seperti TLKM dan ASII menjadi pendorong jatuhnya IHSG karena mempunyai bobot yang cukup besar. Psikologis investor yang panic selling juga memperparah kejatuhan indeks ketika melihat investor asing yang terus melakukan net sell Rp 1,4 triliun. Aksi tersebut perlu di waspadai mengingat rupiah juga melemah terhadap US dollar. Meskipun bursa terkoreksi hebat selama tiga hari beruntun namun peluang untuk tehnikal rebound cukup terbuka jika regional mendukung. Selanjutnya level pergerakan harian ada di 2.400-2.510.
(ma/Ma/vbd)
|