Homes : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
Daily News : Pengawasan ala \"Whistle Blower\" Dirjen Pajak Kasus Gayus, Kemenkeu Tetapkan 4 Tersangka Baru Hasil Audit Telat, Pertamina Undur Penerbitan Obligasi Konsumsi BBM Subsidi Meningkat, Pertamina Cairkan Stanby Load Sebagai Bagian PSO IHSG dan Rupiah Menguat Acuhkan Indeks Regional yang Dibuka Turun Pertamina Akan Turuti Keinginan Pemerintah Seputar Tabung Elpiji 3 Kg Serangan Kilat Gagalkan Pembajakan Pesawat di Rusia Euro Melewati 1,31 per Dollar Amerika Revisi UU 8 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Kecelakaan Kapal di Kongo Menewaskan 140 Orang
SEARCH FOR      vibizdaily.com
Home > Bisnis
BERITA BISNIS

Jumat, 05 Februari 2010 | 10:05 WIB
Menkeu: Anggaran Pembelian Pesawat Belum Dicairkan

(Vibizdaily-Bisnis) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran pembelian pesawat kepresidenan belum dicairkan sampai saat ini. Demikian disampaikan dalam Rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis malam (4/2/2010).
?
Anggaran untuk uang muka pembelian pesawat ini disetujui Panitia Anggaran (panggar) DPR RI (periode 2009-2014) pada November tahun lalu dalam APBN 2009.
?
Sri Mulyani menyatakan keputusan untuk memberikan uang muka pada November 2009 itu tergantung pengguna anggaran, dalam hal ini Sekretariat Negara (Setneg). Pihak Kementerian Keuangan, lanjutnya, hanya mengajukan masalah pajaknya.
?
"Siklus pengadaannya dari Setneg. Namun, sampai sekarang uang muka belum tersedia," ungkapnya.
?
Menurut Sri Mulyani, pembicaraan mengenai anggaran pembelian pesawat tersebut tetap akan dilanjutkan bersama Banggar DPR RI.
?
"Pemerintah ingin menegaskan untuk hal-hal yang sifatnya sudah direncanakan dan yang sifatnya murni tidak terduga akan masuk pada pos 999 yang tetap akan menunggu persetujuan Dewan," ujar Sri Mulyani.
?
Menanggapi belum cairnya anggaran itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Aziz menyatakan pemerintah harus mengalkulasikan kembali skala kepentingan mengenai pengadaan pesawat kepresidenan ini agar anggaran pada APBN untuk pesawat kepresidenan bisa disetujui kembali oleh DPR.

"Dulu itu, pemerintah mendesak karena ada ancaman dari Boeing, kan. Apakah sekarang begitu? Makanya perlu ada usulan baru," jelasnya saat ditemui pada kesempatan yang sama.
?
Hal ini disampaikannya karena menurut Harry anggaran pengadaan pesawat itu sudah batal seiring sudah selesainya penggunaan anggaran dalam APBN 2009.

"Anggaran pembelian pesawat itu diketok untuk 2009. Maka anggaran itu juga harus dicairkan pada 2009. Berarti tidak berlaku di 2010. Itulah kelemahan sistem anggaran dan RAPBN kita, hanya berlaku dari 1 Januari sampai 31 Desember, kecuali disepakati sebaga programn multiyears," ujar Harry.

(ma/MA/dtc)

Bookmark and Share  

Berita Terkait :

Tuding Hendarman Ilegal, Yusril Akan Hadirkan 3 Eks Jaksa Agung di MK
Jatah Komenkop Tahun 2011 Sebesar Rp 828 Miliar
Kolombo, TV Swasta Diserang Orang Tak Dikenal
Pengawasan ala
Kasus Gayus, Kemenkeu Tetapkan 4 Tersangka Baru
Serangan Kilat Gagalkan Pembajakan Pesawat di Rusia
Polisi Berhasil Jaring 6.222 Pelanggaran Jalur Trans Jakarta
Jakut Wilayah Terbanyak Ditemukan Pelanggaran Lalu Lintas
152 Orang Dipastikan Tewas, Pencarian Korban Terus Dilakukan
Menkeu Cabut Izin PT Asia Isurance Direct Broker

Komentar anda

Post Comment
Nama e-mail
Comment
 
Berita Fokus    
Dilema Tarif Parkir, Naik atau Tidak?    
Tarif Parkir di DKI Jakarta direncanakan…    
Park and Ride di Ragunan Sepi Penitipan…    
Jakarta sudah memiliki area Park and Ride.…    
Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Sepi Peminat…    
Hakim ad hoc pengadilan Tindak Pidana Korupsi…    
 
Berita Terbaru    
Pramono Siap Tanggung Ganti Rugi Pong Harjatmo…    
Sikap pihak keamanan DPR yang menuntut ganti…    
Polri Harusnya Lakukan Pembuktian Terbalik,…    
Daripada menantang Sekretaris Satgas Denny…    
Anggota FKB: Daripada Mencoret Lebih Baik…    
Memberi kritik kepada penguasa maupun wakil…    
Hakim Asnun Disidang di PN Jaktim karena…    
Mahkamah Agung (MA) menetapkan Pengadilan…    
Jika Bertemu SBY, Indra Azwan akan Berkeluh…    
Indra Azwan, pria yang mencari keadilan…    
Berita Populer
Mulai 2 Agustus ANTV Stop Siaran Infotainment
2010-07-30 04:30:00
Totti Masih Tak Percaya Raul Bisa Pergi Dari Madrid
2010-07-30 06:37:00
Juve Tumbangkan Shamrock Rovers 2 - 0
2010-07-30 07:20:00
BRI Terus Pacu Penyaluran Kredit
2010-07-30 13:24:00
Villarreall Pecundangi Spurs 4 - 1
2010-07-30 07:24:00
Ancelotti Jagokan Inter Sebagai Kandidat Terkuat Juara
2010-07-30 06:00:00
Liverpool Habisi FK Rabotnicki 2 - 0
2010-07-30 07:03:00
Vaksin Meningitis Halal Hingga Kini Belum Tersedia
2010-07-30 05:00:00
Juve Terpaksa Korbankan Diego atau Giovinco
2010-07-30 02:56:00
Hernandez Datang Langsung Diistimewakan Fergie
2010-07-30 12:00:00
Berita : Budaya | Politik | Bisnis | Sosial | Olahraga | FYI | Tokoh | Internasional | Nasional | Polhukam | Sosbud | Editorial | Column | Embassy Info | Embassy News | Embassy Informasi Visa Konsulat | Embassy Event | Embassy Pendidikan | Embassy Kebudayaan | Embassy Serba - Serbi | Piala Dunia | Serba Serbi | Prediksi | Man of The Match
Link : vibizportal.com | vibiznews.com | vibizlife.com | vibiz-iklanbaris.com | vibizlearning.com | vibizhope.com | visijobs.com
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY
 
2.05MB