Selasa, 23 Februari 2010 | 14:49 WIB
Penggunaan Scanner 'Telanjang' di Bandara Indonesia Belum Diputuskan
(Vibizdaily-Nasional)Pemerintah belum memutuskan penggunaan alat pemindai (full-body scanner) yang mampu menelanjangi tubuh di bandara-bandara. Pembahasan tentang prosedur pemakaian alat tersebut di bandara Indonesia belum selesai.
"Sampai saat ini di Indonesia masih dalam pembahasan karena memang full-body scanner itu mengarah pada privat dari seseorang yang diperiksa," kata Humas Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan di kantor Administrator Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/2/2010).
Pembahasan yang dilakukan sejak tahun 2008 itu memang baru dilakukan di internal Kemenhub. Belum ada rencana untuk mengajak organisasi kemasyarakatan seperti MUI dan lembaga lainnya dalam pembicaraan.
Menurut Bambang, alat kontroversial itu sebetulnya sudah dimiliki Indonesia sejak tahun 2008. Ada 3 bandara, yakni Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Hang Nadim Batam, dan Bandara Soekarno-Hatta yang menyimpan alat produksi Amerika Serikat (AS) tersebut.
"Tapi karena alat ini sangat kontroversial, dari segi sosialnya masih sangat ramai dibicarakan dan tenaga ahlinya juga belum memadai, jadi masih disimpan. Tapi kita tetap melakukan perawatan kok," lanjutnya.
Jika nanti dipakai, lanjut Bambang, alat tersebut hanya digunakan untuk penumpang tertentu saja. Penumpang yang sejak awal dicurigai membawa barang terlarang atau penumpang yang tidak lolos X-ray akan dimasukkan ke dalam alat pemindai 'telanjang' tersebut.
"Tapi sekali lagi, kita mash menunggu tanggapan dari masyarakat. Kalau kondisi masyarakat sudah bisa menerima alat ini, dengan segera akan kita pakai," tutupnya.
(ras/RAS/dtc)
|