Kamis, 11 Maret 2010 | 14:08 WIB
Palestina Takkan Terlibat Dalam Pembicaran Dengan Israel
(Vibizdaily - Internasional) Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Rabu malam, mengatakan kepada Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa bahwa Palestina takkan terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Israel dalam situasi saat ini.
Laporan kantor berita resmi Mesir, MENA menyebutkan Rabu pagi, Moussa dan Abbas membahas melalui telepon hasil dari pertemuan darurat yang diselenggarakan oleh komite tindak-lanjut gagasan perdamaian Arab di markas Liga Arab di Kairo, Mesir.
Dalam satu pernyataan mengenai pertemuan tersebut, komite itu menyerukan pertemuan menteri luar negeri Arab untuk mempertimbangkan penarikan dukungan mereka bagi pembicaraan tak langsung antara Palestina dan Israel yang mereka sampaikan pada 3 Maret.
Komite tersebut juga menyatakan persetujuan pemerintah Israel untuk membangun 1.600 rumah baru di Al-Quds (Jerusalem) membuktikan bahwa Israel tak siap terlibat dalam upaya serius bagi perdamaian.
Pada taklimat setelah pertemuan itu, Moussa mengatakan pihak Arab sedang menyelenggarakan sejumlah kontak regional dan internasional guna mengubah keputusan Israel tersebut.
Kalau keputusan itu tak diubah, komite tersebut akan bertemu lagi, kata pemimpin badan pan-Arab tersebut.
"Presiden Palestina memutuskan ia takkan memasuki perundingan itu sekarang ... Pihak Palestina tak siap berunding dalam kondisi saat ini," kata Moussa di markas Liga Arab, Kairo.
"Pembicaraan tersebut memang sudah berhenti," kata Moussa belakangan kepada Reuters.
Kementerian Dalam Negeri Israel, Selasa, menyetujui pembangunan 1.600 rumah baru di Jerusalem Timur, hanya sehari setelah utusdan AS untuk Timur Tengah George Mitchell mengumumkan bahwa pihak Israel dan Palestina telah sepakat menyelenggarakan pembicaraan tak langsung.
Pilihan yang sekarang tersedia terhadap tindakan Israel saat ini ialah tak terlibat dalam pembicaraan, kata Moussa kepada wartawan.
Wakil menteri luar negeri AS juga menelepon sejumlah menteri Arab, katanya.
Semua pihak mengambil sikap bersama, yaitu tindakan Israel tak dapat diterima dan negara Arab tak dapat menghadiri pembicaraan perdamaian dalam perkembangan ini.
Perubahan tersebut membuat upaya AS untuk mempertemukan Palestina dan Israel jadi terhambat.
Delegasi Liga Arab menyatakan kelanjutan pembicaraan tergantung atas tindakan Israel menghentikan perluasan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur dan wilayah pendudukan.
Wakil Presiden AS Joe Biden, Rabu, secara terbuka mengecam Israel sehubungan dengan rencana permukiman itu, dan mengatakan rencana tersebut merusak upaya perdamaian setelah Palestina menyetujui pembicaraan yang diperantarai AS.
(bns/BNS/ant)
(Foto : ant)
|