Homes : Vibizportal.com | Vibizconsulting.com
Daily News : Pengawasan ala \"Whistle Blower\" Dirjen Pajak Kasus Gayus, Kemenkeu Tetapkan 4 Tersangka Baru Hasil Audit Telat, Pertamina Undur Penerbitan Obligasi Konsumsi BBM Subsidi Meningkat, Pertamina Cairkan Stanby Load Sebagai Bagian PSO IHSG dan Rupiah Menguat Acuhkan Indeks Regional yang Dibuka Turun Pertamina Akan Turuti Keinginan Pemerintah Seputar Tabung Elpiji 3 Kg Serangan Kilat Gagalkan Pembajakan Pesawat di Rusia Euro Melewati 1,31 per Dollar Amerika Revisi UU 8 Tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Kecelakaan Kapal di Kongo Menewaskan 140 Orang
SEARCH FOR      vibizdaily.com
Home > Editorial
BERITA EDITORIAL

Kamis, 11 Maret 2010 | 14:30 WIB
Sri Mulyani dan Boikot DPR


Foto : ant

(Vibizdaily - Editorial) Tidak ada yang berubah dari Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI. Setelah sidang paripurna menetapkan pemberian dana talangan terhadap Bank Century adalah bermasalah dan harus diproses secara hukum, dimana beberapa fraksi partai bahkan menyebut secara gamblang keterlibatan Sri Mulyani sebagai ketua KSSK saat itu, namun Sri Mulyani tetap menjalankan aktifitas dan tugasnya dengan tenang.

Justru yang terjadi adalah kegerahan DPR, khususnya beberapa partai yang menyatakan supaya mereka-mereka yang terlibat dalam kasus Bank Century tidak diperbolehkan datang ke pertemuan dengan komisi-komisi DPR.

Salah satu fraksi di DPR yaitu fraksi FPDIP meminta pimpinan DPR agar nama yang direkomendasikan dalam keputusan skandal Bank Century untuk tidak diundang ke DPR dalam berbagai forum DPR. Demikian dinyatakan Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/3/2010). Menurut Tjahjo, peran Sri Mulyani bisa digantikan oleh staf Depkeu lainnya mengingat anggota DPR sudah tidak percaya dengan Sri Mulyani.

Sementara itu Badan Anggaran DPR-RI, Harry Azhar Aziz menyatakan jika memang sudah ada keputusan formal pemboikotan tersebut, maka Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) siap memboikot kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam setiap rapat-rapat yang akan digelar termasuk membahas RAPBN-P 2010.

Akan tetapi suara pro juga tidak sedikit. Beberapa fraksi tetap mendukung kinerja Sri Mulyani dan tidak bisa disamakan dan dicampuradukkan antara kasus Bank Century dengan kinerja Sang Menteri saat ini.

Ketua DPP PAN Bara Hasibuan menyatakan jika boikot dipaksakan dan terjadi deadlock sehingga anggaran tidak dihasilkan, maka yang akan rugi adalah rakyat Indonesia. Bagaimana dengan program-program untuk membantu rakyat seperti subsidi BBM, bantuan kesehatan, jaminan sosial, dan pendidikan tidak dapat disalurkan, jika terjadi kebuntuan?

Bahkan Partai Demokrat dengan tegas menyatakan DPR tidak punya hak untuk menolak kehadiran Menteri Keuangan itu. Apalagi dalam rekomendasi hasil Pansus Bank Century tidak ada rekomendasi menolak kehadiran Menteri Keuangan dalam setiap rapat-rapat DPR yang dilakukan. Demikian pernyataan Ketua FPD Anas Urbaningrum kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Sementara itu, menanggapi isu pemboikotan rapat RAPBN-P yang akan dihadirinya, Sri Mulyani yakin DPR masih meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan politik. Sri Mulyani mengharapkan DPR RI tidak mencampuradukkan antara hasil Sidang Paripurna DPR kasus Bank Century yang menyeret namanya dengan rencana penyerahan draft RAPBN-P 2010 kepada Badan Anggaran DPR RI.

Ya memang ada baiknya kedua pihak, baik Sri Mulyani dan fraksi-fraksi DPR mengesampingkan dahulu kasus Bank Century yang terjadi, karena kasus Bank Century ini akan terus diproses dalam ranah hukum oleh para penegak hukum.

Selama masih belum ada keputusan hukum, dan pemerintah juga masih mempercayakan tugas dan tanggung jawab sebagai Menteri Keuangan, maka ada baiknya kita saling menghormati dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Apalagi jika Sang Menteri masih tetap menjalankan tugasnya dengan maksimal, maka patut dihargai akan hal tersebut. Tentu kita perlu mempertimbangkan juga bagaimana seseorang menjadi sorotan publik karena diduga melakukan pelanggaran, sementara di pundaknya masih ada beban berat buat Negara ini yang harus diselesaikan.

Diharapkan pihak DPR yang mendukung boikot menjadi tenang, karena kalaupun kebijakan yang diajukan oleh Sri Mulyani termasuk tentang RAPBN ini, ternyata ada pelanggaran, bukankah dapat diproses secara hulum juga? Justru disinilah lembaga DPR berfungsi menjalankan kinerja pemerintahan yang ada.

Namun di sisi lain, jika memang tidak terdapat pelanggaran dan kebijakan Menkeu tersebut baik adanya bagi masyarakat, maka DPR pun harus menerimanya dengan terbuka.

Jadi, proses pembangunan dan pemerintahan harus tetap berjalan, supaya kesejahteraan masyarakatpun tidak terbengkalai atau tertunda.

Salam,

Editor

(as/AS/vbd)

Bookmark and Share  

Berita Terkait :

Dilema Tarif Parkir, Naik atau Tidak?
Potong Gaji Bagi Anggota DPR Yang Suka Bolos
Keadilan Bagi Dua Janda Pahlawan
Tuntutan Tranparansi Polisi Mengusut Meninggalnya Sang Wartawan
Hasil Ujian Darmin Nasution : Lulus Bersyarat
Jangan Lengah Mengawasi Kartu Kredit Anda
Monumen Jenderal Sudirman Milik Siapa?
Konfederasi Partai Politik, Strategi Menuju Pilpres 2014?
Pembangunan Daerah Perbatasan Belum Maksimal?
Infotainment, Yang Dicari dan Yang Dicaci

Komentar anda

Post Comment
Nama e-mail
Comment
 
Berita Fokus    
Dilema Tarif Parkir, Naik atau Tidak?    
Tarif Parkir di DKI Jakarta direncanakan…    
Park and Ride di Ragunan Sepi Penitipan…    
Jakarta sudah memiliki area Park and Ride.…    
Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor Sepi Peminat…    
Hakim ad hoc pengadilan Tindak Pidana Korupsi…    
 
Berita Terbaru    
Pramono Siap Tanggung Ganti Rugi Pong Harjatmo…    
Sikap pihak keamanan DPR yang menuntut ganti…    
Polri Harusnya Lakukan Pembuktian Terbalik,…    
Daripada menantang Sekretaris Satgas Denny…    
Anggota FKB: Daripada Mencoret Lebih Baik…    
Memberi kritik kepada penguasa maupun wakil…    
Hakim Asnun Disidang di PN Jaktim karena…    
Mahkamah Agung (MA) menetapkan Pengadilan…    
Jika Bertemu SBY, Indra Azwan akan Berkeluh…    
Indra Azwan, pria yang mencari keadilan…    
Berita Populer
Mulai 2 Agustus ANTV Stop Siaran Infotainment
2010-07-30 04:30:00
Totti Masih Tak Percaya Raul Bisa Pergi Dari Madrid
2010-07-30 06:37:00
Juve Tumbangkan Shamrock Rovers 2 - 0
2010-07-30 07:20:00
BRI Terus Pacu Penyaluran Kredit
2010-07-30 13:24:00
Villarreall Pecundangi Spurs 4 - 1
2010-07-30 07:24:00
Ancelotti Jagokan Inter Sebagai Kandidat Terkuat Juara
2010-07-30 06:00:00
Liverpool Habisi FK Rabotnicki 2 - 0
2010-07-30 07:03:00
Vaksin Meningitis Halal Hingga Kini Belum Tersedia
2010-07-30 05:00:00
Juve Terpaksa Korbankan Diego atau Giovinco
2010-07-30 02:56:00
Hernandez Datang Langsung Diistimewakan Fergie
2010-07-30 12:00:00
Berita : Budaya | Politik | Bisnis | Sosial | Olahraga | FYI | Tokoh | Internasional | Nasional | Polhukam | Sosbud | Editorial | Column | Embassy Info | Embassy News | Embassy Informasi Visa Konsulat | Embassy Event | Embassy Pendidikan | Embassy Kebudayaan | Embassy Serba - Serbi | Piala Dunia | Serba Serbi | Prediksi | Man of The Match
Link : vibizportal.com | vibiznews.com | vibizlife.com | vibiz-iklanbaris.com | vibizlearning.com | vibizhope.com | visijobs.com
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY
 
2.29MB