Berita Internasional, News

Usai Wamil Lee Min Ho Siap Bintangi Drama Terbarunya

Deskripsi singkat:  Setelah selesai menunaikan kewajiban wajib militernya, Lee Min Ho siap membintangi drama terbarunya berjudul The King: The Eternal Monarch.

Usai Wamil Lee Min Ho Siap Bintangi Drama Terbarunya

Kabar datang dari aktor Lee Min Ho yang sudah siap membintangi serial drama terbarunya. Dikonfirmasi ia akan berkolaborasi dengan Kim Eun Sok, penulis serial hit Korea berjudul The Heirs yang mana dibintangi juga oleh Park Shin Ye.

Siap Main Serial Drama Lagi Setelah Wamil

Perusahaan Hwa&Dam Pictures sudah mengumumkan hal itu lewat siaran pers yang mana dirilis hari Selasa (7/5) kemarin. Dalam pernyataan mereka, terungkap bahwa Kim Eun Sook sekarang ini tengah mengerjakan proyek drama terbarunya yang sementara ini diberi judul The King: The Eternal Monarch. Disebutkan Lee Min Ho ditetapkan menjadi pemeran utama prianya.

Selain menjalani kolaborasi ulangnya dengan Kim Eun Sook, drama ini pun menjadi proyek pertama Min Ho yang mana diumumkan sejak ia keluar dari tugas wajib militer pada bulan April lalu.

Drama itu dijadwalkan akan tayang pada paruh pertama tahun 2020 dan bakal disutradarai oleh Baek Sang Hoon. Eun Sook dan juga Sang Hoon sendiri sebelumnya telah bekerja sama dalam hits yaitu Descendants of the Sun. sementara, antara Min Ho dan Eun Sook sendiri sebelumnya sudah bekerja sama di proyek drama The Heirs.

“Ini kedua kalinya bagi kami untuk bekerja sama setelah The Heirs. Min Ho adalah aktor yang bisa kami percayai. Anda akan diperkirakan melihat acting yang jauh lebih dewasa dan lebih dalam dari Lee Min Ho di The King: The Eternal Monarch,” itu lah yang disampaikan oleh Hwa&Dam Pictures yang dilansir dari CNN Indonesia.

The King: The Eternal Monarch

Drama berjudul The King: The Eternal Monarch ini adalah drama yang membahas subjek dunia parallel. Di satu dunia, kaisar yang berasal dari kekaisaran Korea berusaha untuk menutup pintu. Sedangkan di dimensi lainnya, seorang detektif Republik Korea tengah berusaha melindungi hidupnya dan juga orang-orang yang dicintainya.

Yoon Ha Rim yang merupakan perwakilan perusahaan produksi menyatakan bahwa belum ada keputusan secara resmi tentang saluran TV apa yang akan secara detail menyiarkan atau detail lainnya tentang penyiaran.

“Tapi kami telah mempunyai sutradara dan pemeran utama pria, dan kami akan mulai syuting pada semester kedua tahun ini,” ungkapnya.

Sebelumnya Lee Min Ho memang menjalani wajib militer pada tanggal 12 Mei 2017 dan menjadi pekerja layanan public. Ia tak bisa bertugas sebagai seorang tentar karena ia pernah mengalami kecelakaan mobil dan mengalami cedera.

Mantan pacar Suzy Bae ini juga pernah menyelesaikan empat minggunya pelatihan dasar militer pada bulan Maret 2018 lalu. Pada tanggal 25 April 2019 tepatnya pukul 09.00 waktu setempat, Lee Min Ho tiba di agen togel online terbaik Pusat Kesejahteraan Sosial Suseo untuk hari terakhirnya sebagai pekerja pelayan public.

Ia melambaikan tangannya dan membungkuk. Tidak lupa ia menyapa para penggemarnya yang sudah lama menantinya dan sangat antusias menontonnya membintangi drama korea lagi. MYM Entertainment, agensi di mana Lee Min Ho bernanung, menyatakan bahwa artisnya tak memiliki acara khusus selain menyiapkan diri berperan di drama The King: The Eternal Monarch.

Malam hari setelah masa tugas militernya usai, ia mengunggah sebuah foto di Instagram pribadinya. Foto tersebut adalah karangan bunga Bersama dengan anjungnya. Beberapa kartu juga memperlihatkan banyaknya ucapan selamat datang kembali dan selamat atas kepulangannya. Di captionnya, ia menuliskan “Terima kasih” dalam Bahasa Korea.

News

Perlukah MUI mengkaji fatwa untuk PUBG?

Player Unknown’s Battlegroynd menjadi perbincangan hangat setelah terjadi penembakan di christcrutch, Selandia Baru. Pelaku atas penembakan disebut terinspirasi dari salah satu game battle royale. Maka dari itu dari kejadian tersebut sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dalam mahdarat yang ditimbulkan dari permainan itu.

Kajian MUI seputar PUBG

MUI juga turut mengkaji pelarangan dari game tersebut yang memunculkan mahdarat. Wasekejen dari MUI, Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa tim sedang mengumpulkan segala informasi terkait dari game tersebut. Jika dari hasil menyatakan bahwa game tersebut berpengaruh pada pelaku teroris maka game tersebut dilarang penggunaanya untuk kaum muslimin.

Menurut penuturannya meskipun hal tersebut bisa memicu mahdarat. Namun,tak lantas menetapkan hukum haram karena harus melalui proses pengkajian terlebih dahulu. Tidak secepat itu untuk menetapkan hukum hal tersebut. Menurut pandangannya bahwa MUI juga turut andil dalam penanganan terhadap kasus ini karena menyangkut kemaslahatan umat.

Jadi MUI tidak hanya berkaitan dengan hukum makanan maupun minuman tetapi hal yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. Game PUBG juga dianalogikan sebagai kasus zina. Alqur’an secara jelas menyatakan bahwa tidak boleh mendekati zina karena akan menjatuhkan pada zina. Maka hal tersebut juga seperti PUBG jika membentuk pemain seperti pembunuh, teroris maka patut untuk dilarang penggunaanya. Muhammad Zaitun juga menerima aspirasi dari masyarakat dalam pengkajian pelarangan game tersebut.

Keputusan Kominfo dari Hasil Kajian MUI

Kominfo juga turut akan mengkaji dan menindaklanjuti pemblokiran game PUBG. Semuel Abrijani, Direktorat Jenderal Aplikasi Informasi Kementrian Kominfo akan menunggu hasil dari kajian MUI. Samuel juga mengatakan bahwa telah berbincang dengan Asroun Ni’am selaku Deputi II Pengembangan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga terkait polemik ini. Kominfo juga turut terbuka atas saran dan masukan dari lembaga lain terhadap kasus ini. Jika dari pihak kominfo sebenarnya sudah ada pembatasan umur untuk game ini. Jika ada kemahdaratan lebih yang muncul maka akan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Pandangan lain juga diutarakan oleh ahli psikologi Universitas Indonesia, Anna Suryi Ariani, bahwa pelarangan tersebut dapat meminimalisir dari perilaku negatif seseorang. Menurutnya pula bahwa perilaku seseorang juga tidak semata-mata ditentukan dari faktor game tersebut. Ia juga mengingatkan MUI untuk sekalian mengaji dampak dari pelanggaran tersebut. Apalagi him yang semacam PUBG juga cukup banyak.

Sementara, pandangan lain dari MENPORA, Imam Nahwari bahwa MUI hendaknya melihat masalah tersebut secara komprehensif sebelum memutuskan fatwa karena hal ini juga akan berpengaruh terhadap e-sport Indonesia. Ia juga menuturkan tambahan bahwa elemen seperti operator dan atlet e sport untuk andil memberikan sumbangan terhadap pengkajian game tersebut. Meskipun demikian Nahwari juga tidak mempermasalahkan jika terjadi perbedaan antara MUI maupun atlet e sport dalam menangani game PUBG. MUI tentu mempunyai pandangan sendiri terkait sisi etik, hukum, dan moral.

Sedangkan dari perspektif pengguna game ini seperti yang diutarakan oleh  Iqbal Lazuardi. Ia berpendapat bahwa wacana pelarangan game ini tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan pelaku penembakan di Selandia Baru. Ia menjelaskan bahwa pelaku yang disebut terinspirasi dari game judi togel online tersebut belum diketahui secara jelas juntrungannya.

Menurutnya yang berbahaya bukan dari game PUBG melainkan dari kebencian yang disemai terus menerus di sosial media. Ia menjelaskan bahwa bermain game tersebut saat di waktu luang. Ia juga mengatakan bahwa ingin turut mengikuti turnamen e sport PUBG. Ia juga menambahkan perlunya kajian yang komprehensif dampak dati game ini.