Kabar Bola

Saddil Ramdani Diperiksan Kepolisian Karena Dugaan Penganiayaan

Timnas Indonesia akan segera melakoni laga perdana mereka di Singapura dalam Piala AFF 2018 namun satu orang pemainnya justru masih belum ikut berangkat untuk menjalani latihan karena sedang tersandung kasus penganiayaan. Saddil Ramdani diduga telah melakukan penganiayaan terhadap teman wanitanya sehingga kini pemain asal Persela Lamongan itu tengah menjalani sejumlah pemeriksaan yang dilakukan di Mapolres Lamongan.

 

Saddil Ramdani Tersandung Kasus Penganiayaan Pada Teman Wanitanya

 

Mapolres Lamongan menyebut bahwa mereka telah menerima informasi jika Saddil Ramdani melakukan tindakan kekerasan pada teman wanitanya dan dia melakukan pencakaran terhadap pipi seorang wanita hingga mengeluarkan darah. Perempuan yang memiliki inisial ASR ini merupakan warga Kecamatan Sumobito, Jombang. Menurut informasi, awal mulai dari kejadian ini adalah ketika ASR mengunjungi Saddil yang berada di dalam Mes milik Persela Lamongan dan ada pertengkaran.

 

Saddil pun mengambil ponsel Iphone 7 plus milik gadis yang berusia 19 tahun ini dan kemudian terdapat adu mulut antara keduanya yang tidak dapat dicegah. AKP Wahyu Norman Hidayat yang merupakan Kasatreskrim Polres Lamongan mengatakan jika keributan memang terjadi di dalam Mes Persela namun tidak tahu penyebab pastinya dan kemungkinan itu merupakan masalah anak muda dan akhirnya berujung pada pencakaran pada pipi korban. Kini korban pun sedang dimintai keterangan.

 

Selain meminta keterangan langsung dari korban, Mapolres Lamongan pun menanyai para saksi yang melihat hal tersebut dan Norman menjelaskan bahwa kasus ini akan diproses dengan jalur hukum sesuai dengan prosedurnya. Mereka mencoba untuk mendapatkan sebanyak mungkin bukti yang cukup dan jika sudah, maka Mapolres Lamongan pun akan segera melakukan gelar perkara guna menjalankan langkah yang berikutnya apakah Saddil Ramdani dinyatakan bersalah atau tidak.

 

Tergantung seperti apa hasil dari pemeriksaan yang dilakukan, insiden ini menyebabkan pemain togel terpercaya yang berusia 19 tahun ini bisa ditahan. Norman melanjutkan bahwa potensi untuk penahanan memang ada namun pihak yang bersangkutan bisa mengajukan adanya penangguhan melalui klub maupun kuasa hukumnya sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan. Sementara itu pasal yang menjerat Saddil kemungkinan Pasal 351 ayat 1 dan ancaman hukumna yaitu 2 tahun 8 bulan.

 

Bima Sakti dan 22 Pemain Timnas Menjalani Latihan Perdana Tanpa Saddil Ramdani

 

Bisa juga pasal yang menimpa Saddil Ramdani ini adalah Pasal 352 ayat 2 dengan hukuman yang lebih kecil yaitu sekitar 9 bulan penjara. Hari ini, terlihat pemain yang bergabung dengan Timnas U-19 ini berada di dalam ruang Unit 4 Reskrim yang ada di Polres Lamongan guna menjalani pemeriksaan. Saddil pun juga sedang ditunggu para rekan Timnas Indonesia lainnya di Cikarang untuk hendak berangkat menuju Singapura guna melakoni laga perdana mereka yang akan digelar 6 November.

 

Bima Sakti masih mencoba untuk menunggu kabar dari pemainnya ini karena sejak kemarin hari Kamis, seluruh pemain timnas Indonesia telah melakoni latihan perdana mereka yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Bima Sakti yang kini telah ditunjuk sebagai pelatih Indonesia menggantikan Luis Milla mengatakan jika mereka semuanya hanya sedang menunggu Saddil dan diharapkan bahwa dirinya akan hadir apalagi kini sedang banyak simpang siur berita tentangnya.

 

Dari 23 pemain yang dipanggil untuk membela timnas, hanya 22 orang yang sudah menjalani latihan sementara Saddil Ramdani masih belum menunjukkan dirinya sama sekali. Bahkan sanksi pun akan diberikan jika pemain ini terbukti bersalah. Sang pelatih mengatakan jika para pemain harus mampu untuk menjaga sikap yang baik dimanapun juga entah itu di dalam maupun luar lapangan. Bima mengatakan bahwa masalah yang ada diluar nantinya juga berpengaruh di dalam.

Kabar Bola

Umuh Marah Mendapat Tuntutat Mundur dari Bobotoh Persib

Kegagalan Persib Bandung di ajang Piala Presiden nampaknya menyisakan kemarahan bagi para supporternya yakni Bobotoh. Mereka meluapkan kemarahannya di media sosial karena tim kesayangan mereka, Maung Bandung, tidak bisa melaju ke perempat final Piala Presiden 2018.

Ada Pihak yang Berusaha Melengserkannya?

Umuh Muchtar lah, manajer Persib, yang menjadi bual-bualan lagi. Kemarahan Bobotoh di media sosial itu pasalnya dilontarkan untuknya. Di media sosial seperti di Twitter misalnya, tidak sedikit netizen yang menyuarakan agar sang pengusaha dari Bandung tersebut segera mundur saja dari kepemimpinannya di Persib Bandung. Dan menanggapi tuntutan Bandar Togel Online itu, Umuh pun geram. Ia merasa bahwa tuntutan yang mana dilontarkan dari Bobotoh itu dinilai terlalu mengada-ada saja.

“Bobotoh mana yang minta saya mundur? Jelas sekali lah itu pasti bukan lah Bobotoh!” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia pada hari Senin ini (29/1). Umuh juga menolak disebut selalu melakukan macam-macam intervensi dalam skuat Persib Bandung termasuk di saat tim tersebut berlaga di ajang Piala Presiden 2018 ini.

“sekarang siapa yang merekrut pelatih dan juga pemain saat ini? Sama sekali saya tidak ada urusannya. Saya tetap tidak mau ikut campur,” ujarnya ketika ditanyai soal ini. “Sudah 2 tahun ini saya tak pernah lagi terlibat memilih pelatih atau pemain. Bahkan juga saya sudah tak ada di bench pemain sekarang ini (Piala Presiden),” imbuhnya.

Lantas ia bercerita bahwa dirinya bahkan telah tak memiliki kekuatan apa pun untuk merekomendasikan sejumlah pemain ke Maung Bandung itu. “Contohnya Makan Konate. Saya pernah menyarankan PT untuk mempertimbangkan merekrut Konate. Saya selalu komunikasi dengan agennya pada saat itu. tapi agennya bilang, PT tak tertarik untuk merekrutnya dan ia kemudian memilih untuk ke Sriwijaya FC. Tapi ya, taka pa-apa, memang bukan lah wewenang saya juga kan,” jelasnya makin detail.

Umuh pun kembali menuding bahwa ada beberapa pihak yang mana tak bertanggung jawab yang ingin berusaha untuk melengserkannya dari posisi menejer tim Maung Bandung. Sebelumnya sempat ramai juga di media sosial seperti misalnya Twitter yang mana melampiaskan kekesalan dan kemarahan atas performa dari Maung Bandung yang dianggap melempem dengan cara mencemooh Umuh. Dan bahkan ada juga yang meminta dirinya segera mundur.

Bukan Kali Pertamanya

Kejadian Umuh dituntut atau paling tidak diberitakan mundur dari posisinya sebagai menejer Persib Bandung bukan lah kali pertamanya. Pada tahun 2017 silam ia sempat diminta mundur oleh Bobotoh. Tepatnya bulan Juni tahun lalu, Bobotoh menyuarakan kekecewaa dan juga aksi protes baik lewat media sosial dan secara langsung. Saat isu itu berkembang Umuh mengaku sangat sedih dengan keadaan ini.

Ia mengaku bahwa dirinya siap untuk mundur apabila memang diirnya tidak lagi dipercaya oleh Bobotoh dan manajemen. “Saya sendiri kalau misalnya diminta harus mundur ya saya mundur. Tidak akan saya paksakan, saham saya meskipun tidak besar di PT ya diambil juga kalau saya berhenti dari tim,” ungkapnya saat itu.

Namun dirinya saat itu masih mempertimbangkan dampak-dampak apa saja yang kiranya negatif yang bisa timbul apabila dirinya menyatakan mundur dari tim di tengah kondisi yang seperti saat itu. karena khawatir akan dampak negative yang ada dan bisa membuat kondisi tim lebih parah dan pemain tak kondusif, ia memutuskan untuk tidak mundur pada saat itu.