Covid 19

Saran Para Ahli RI Hadapi Ancaman Gelombang 2 COVID-19

Dicky Budiman, seorang Epidemiolog, mengatakan bahwa pemerintah mesti hari menegakkan aturan social dan physical distancing guna mencegah gelombang kedua pandemic virus corona ini terjadi. Hal ini dilakukan supaya pemerintah tak kecolongan lagi menghadapi gelombang kedua pandemi ini.

Saran Dicky Untuk Pemerintah Agar Tak Kecolongan Hadapi Gelombang Kedua

Dicky juga menyarankan pada pemerintah supaya tetap memberikan dan mempertahankan sosialisasi supaya masyarakat tetap menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker non medis, dan menghindari kerumunan yang sangat padat. “Tetap memberlakukan jaga jarak, memakai masker non medis sangat penting,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia Selasa (28/4).

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah harus lah tetap menyiagakan rumah sakit serta tenaga medis guna mencegah gelombang kedua pandemi corona ini. Sebab menurutnya, dalam sejarah pandemic, jumlah kematian gelombang kedua pasalnya selalu lebih banyak karena ketidaksiapan fasilitas kesehatan. Dicky menambahkan juga bahwa gelombang kedua dari pendemi toto hk kemungkinan benar-benar tak terhindarkan. Dan ia bahkan juga menyebutkan sejumlah indicator seperti misalnya isolasi terpusat sampai dengan disiplin jaga jarak setelah PSBB bakal membantu melawan Gelombang kedua ini.

Gelombang Kedua Kemungkinan Terjadi

Peningkatan cakupan testing pun harus dilakukan. Dicky menyarankan supaya Indonesia melakukan seribu tes PCR per 1 juta penduduk atau dengan kata lain 10 ribu tes per hari. Hal tersebut penting untuk dilakukan supaya pemerintah bisa mendapatkan gambaran jumlah orang yang terjangkit virus corona ini.

Di satu sisi, Dicky pun menjelaskan bahwa jumlah tes itu memang belum ideal namun bisa memberiakn data awal untuk memberikan gambaran berapa persen kah penduduk yang sudah terinfeksi. Oleh sebab itu lah Dicky mengatakan bahwa kapasitas tes mesti terus ditingkatkan karena penyebaran virus corona ini bakal makin meluas. “Selain memastikan siapnya kapasitas layanan kesehatan ICU, Ventilator, SDM, APD dan tempat tidur. Juga terus meningkatkan cakupan testing, tracing dan isolasi terpusat,” imbuhnya lagi.

Di sisi lainnya, Dicky juga menuturkan bahwa gelombang kedua ini bisa terjadi karena social distancing yang mana diabaikan setelah adanya penurunan grafik gelombang pertama. Padahal, gelombang kedua ini bisa saja terjadi jika penduduk di suatu wilayah belum memiliki kekebalan kelompok atau herd immunity yang mana memenuhi syarat minimal adanya perlindungan terhadap pandemic corona ini.

Di sisi lainnya ia juga mengatakan bahwa kekebalan kelompok jauh di depan mata kita semua. WHO pasalnya di sisi lain menyatakan bahwa baru 3% saja populasi global yang mempunyai kekebalan. Dicky pun mengatakan Gelombang Kedua ini bisa tidak terjadi jika 40-50% sudah memiliki kekebalan.

“Kekebalan kelompok alami yang diharapkan terjadi setelah terinfeksi, perlu waktu lama sekali. Sekarang ini saja setelah empat bulan kurang lebih munculnya covid-19, secara global menurut WHO baru sekitar 3% saja populasi yang memiliki kekebalan,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, Pandu Riono, ahli epidemiologi lainnya dair Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa social maupun physical distancing memang mesti dilakukan sampai dengan tahun 2022. Akan tetapi batasan jarak fisik dan sosial yang dimaksudnya bukan lockdown, akan tetapi perubahan gaya hidup masyarakat guna mengurangi risiko penularan virus corona ini.

Perubahan gaya hidup yang paling sederhana adalah mencuci tangan, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan orang yang amat sangat padat. Pernyataan Pandu ini pasalnya menanggapi pernyataan peniliti dari Harvard T.H Chan School of Public Health yang mana memprediksi kebijakan batasan jarak fisik yang harus dibatasi sampai dengan 2022 karena obat dan juga vaksin sampai sekarang belum juga ditemukan. 

Covid 19

Pasien Corona Bertambah 7 Orang, Jadi Total 34 Orang

Jumlah pasien yang mana diisolasi terkait virus corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Sulianti Saroso bertambah. Sampai dengan hari Rabu (11/3), totalnya sudah ada 10 orang yang diisolasi. Rinciannya adalah 6 pasien dinyatakan positif corona, 2 pasien yang mana sebelumnya dinyatakan positif saat ini sudah dinyatakan negative dan bakal segera dipulangkan. Dan 2 pasien lainnya tengah dalam pengawasan.

Total Pasien Positif Corona Bertambah

“Pasien yang mana dirawat inap, diisolasi ketat sekarang ini berjumlah sepuluh orang. Kemarin pulang satu pasien, tapi sorenya masuk satu,” ungkap Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Muhammad Syahril, hari Rabu (11/3).

Namun Syahril tak menjelaskan jenis kelamin 1 orang pasien yang baru saja masuk itu. Ia Cuma mengatakan bahwa pasien yang masuk itu memiliki riwayat kontak dengan grup dansa kasus 1 corona kemarin. “Kemarin sore sekitar jam 16.30 WIB masuk ya,” ungkapnya.

Tak Cuma itu, ia juga mengatakan RSPI bakal memulangkan 2 orang pasien yang mana sebelumnya sudah dikonfirmasi positif terjangkit virus corona. Dari hasil pemeriksaan laboratorium indotogel hari ini dari dua orang pasien itu sudah dinyatakan negative corona. “Dari delapan pasien yang positif di sini, pasien positif nomor 3 alhamdulillah sudah negative. Pasien nomor 6 juga. Inshaallah besok mungkin pulang,” katanya dilansir dari CNN Indonesia.

Syharil juga mengatakan bahwa penomoran pasien yang pulang itu bukan lah secara pasien nasional akan tetapi nomor urut pasien masuuk yang dirawat di RSPI. Ia juga menjelaskan pasien 3 sudah masuk kemudian dirawat di RSPI sejak tanggal 4 dan pasien 6 sudah sepuluh hari lamanya dirawat di RSPI. “(Yang dipulangkan) warga negara Indonesia (WNI) perempuan dan warga negara asing (WNA) laki-laki. Kondisi umum dan gejala-gejala sudah tidak ada,” ungkapnya lagi.

Jumlah pasien positif corona sekarang ini menjadi 27 dari yang semula hanya 19 orang. Salah satu pasiennya, yaitu kasus 27, belum diketahui sumber penularannya dari mana. Juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menduga bahwa pasien yang tertular dari transmisi lokal karena tidak termasuk daalam imported case ataupun pasien positif corona sebelumnya. Sedangkan pasien positif corona nomor 25 dinyatakan  meninggal dunia, hari Rabu (11/3) dini hari.

Dan pasien yang meninggal itu adalah WNA yang tidak disebutkan dari mana negara asalnya. Namun menurut penuturan dari Achmad Yurianto, pasien tersebut sudah mengidap penyakit bawaan sebelumnya, sehingga sebab meninggalnya bukan lah murni karena virus corona. Penyakit yang dibawanya adalah komplikasi seperti diabetes, hipertiroid, paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diidapnya, hipertensi.

Pasien Tambah 7 Orang Total Jadi 34 Positif Corona

Yuri juga menyampaikan bahwa ada 7 pasien baru yang dinyatakan positif corona. Sehingga total kasus virus corona. “Hari ini ada penambahan 7 pasien,” ucap Yuri ketika diadakan konferensi pers di Jakarta, hari ini, Rabu (11/3). Ia juga menjelaskan pasien nomor 28 berusia 37 tahun, laki-laki dengan kondisi sakit ringan. Pasien nomor 29 merupakan pasien berumur 51 tahun dengan kondisi sakit sedang dan tak sesak. Pasien dengan identitas 30 adalah laki-laki 84 tahun Nampak sakit sedang, dan imported case. Sedangkan pasien nomor 31, perempuan 48 tahun Nampak sakit ringan sedang, imported case karena ia baru datang dari luar negeri. Sedangkan nomor 32, laki-laki juga 42 tahun, sakit ringan sedang, imported case.