Kabar Bola

Umuh Marah Mendapat Tuntutat Mundur dari Bobotoh Persib

Kegagalan Persib Bandung di ajang Piala Presiden nampaknya menyisakan kemarahan bagi para supporternya yakni Bobotoh. Mereka meluapkan kemarahannya di media sosial karena tim kesayangan mereka, Maung Bandung, tidak bisa melaju ke perempat final Piala Presiden 2018.

Ada Pihak yang Berusaha Melengserkannya?

Umuh Muchtar lah, manajer Persib, yang menjadi bual-bualan lagi. Kemarahan Bobotoh di media sosial itu pasalnya dilontarkan untuknya. Di media sosial seperti di Twitter misalnya, tidak sedikit netizen yang menyuarakan agar sang pengusaha dari Bandung tersebut segera mundur saja dari kepemimpinannya di Persib Bandung. Dan menanggapi tuntutan Bandar Togel Online itu, Umuh pun geram. Ia merasa bahwa tuntutan yang mana dilontarkan dari Bobotoh itu dinilai terlalu mengada-ada saja.

“Bobotoh mana yang minta saya mundur? Jelas sekali lah itu pasti bukan lah Bobotoh!” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia pada hari Senin ini (29/1). Umuh juga menolak disebut selalu melakukan macam-macam intervensi dalam skuat Persib Bandung termasuk di saat tim tersebut berlaga di ajang Piala Presiden 2018 ini.

“sekarang siapa yang merekrut pelatih dan juga pemain saat ini? Sama sekali saya tidak ada urusannya. Saya tetap tidak mau ikut campur,” ujarnya ketika ditanyai soal ini. “Sudah 2 tahun ini saya tak pernah lagi terlibat memilih pelatih atau pemain. Bahkan juga saya sudah tak ada di bench pemain sekarang ini (Piala Presiden),” imbuhnya.

Lantas ia bercerita bahwa dirinya bahkan telah tak memiliki kekuatan apa pun untuk merekomendasikan sejumlah pemain ke Maung Bandung itu. “Contohnya Makan Konate. Saya pernah menyarankan PT untuk mempertimbangkan merekrut Konate. Saya selalu komunikasi dengan agennya pada saat itu. tapi agennya bilang, PT tak tertarik untuk merekrutnya dan ia kemudian memilih untuk ke Sriwijaya FC. Tapi ya, taka pa-apa, memang bukan lah wewenang saya juga kan,” jelasnya makin detail.

Umuh pun kembali menuding bahwa ada beberapa pihak yang mana tak bertanggung jawab yang ingin berusaha untuk melengserkannya dari posisi menejer tim Maung Bandung. Sebelumnya sempat ramai juga di media sosial seperti misalnya Twitter yang mana melampiaskan kekesalan dan kemarahan atas performa dari Maung Bandung yang dianggap melempem dengan cara mencemooh Umuh. Dan bahkan ada juga yang meminta dirinya segera mundur.

Bukan Kali Pertamanya

Kejadian Umuh dituntut atau paling tidak diberitakan mundur dari posisinya sebagai menejer Persib Bandung bukan lah kali pertamanya. Pada tahun 2017 silam ia sempat diminta mundur oleh Bobotoh. Tepatnya bulan Juni tahun lalu, Bobotoh menyuarakan kekecewaa dan juga aksi protes baik lewat media sosial dan secara langsung. Saat isu itu berkembang Umuh mengaku sangat sedih dengan keadaan ini.

Ia mengaku bahwa dirinya siap untuk mundur apabila memang diirnya tidak lagi dipercaya oleh Bobotoh dan manajemen. “Saya sendiri kalau misalnya diminta harus mundur ya saya mundur. Tidak akan saya paksakan, saham saya meskipun tidak besar di PT ya diambil juga kalau saya berhenti dari tim,” ungkapnya saat itu.

Namun dirinya saat itu masih mempertimbangkan dampak-dampak apa saja yang kiranya negatif yang bisa timbul apabila dirinya menyatakan mundur dari tim di tengah kondisi yang seperti saat itu. karena khawatir akan dampak negative yang ada dan bisa membuat kondisi tim lebih parah dan pemain tak kondusif, ia memutuskan untuk tidak mundur pada saat itu.

Ekonomi

Indonesia Menangkan Sengketa Bea Masuk Biodiesel Atas Uni Eropa

Indonesia telah memenangkan sengketa biodiesel atas Uni Eropa (UE) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang akan membuka jalan bagi negara Asia Tenggara untuk menghidupkan kembali ekspor biodiesel ke UE. Sebelumnya, dua bulan yang lalu, Indonesia telah meminta AS untuk membatalkan tugas countervailing pada biodiesel.Sepertinya, langkah ini dipandang tepat untuk membuka kembali ekspor dan daya saing biodesel Indonesia di pasar internasional.

Indonesia Minta AS Batalkan Tugas Countervailing

Dua bulan lalu, Indonesia telah meminta Amerika Serikat untuk membatalkan keputusan akhir tentang pemberlakuan tugas countervailing pada produk biodiesel Indonesia, dengan mengenakan tarif antara 34,45-664 persen. “Pemerintah Indonesia meminta pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dan menghormati hubungan baik antara kedua negara,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam sebuah pernyataan.

Pada saat itu, Enggartiasto juga mengatakan bahwa Indonesia akan mempertimbangkan kembali untuk mengajukan pengaduan ke pengadilan AS dan badan penyelesaian sengketa WTO mengenai tindakan anti-dumping yang diambil oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat (USDOC) pada 9 November 2017. Seperti diketahui jika USDOC juga memberlakukan tindakan serupa terhadap Argentina dengan memberlakukan tarif yang lebih tinggi antara 71,45 hingga 72,28 persen. Enggartiasto menuduh rekan-rekannya di Amerika Serikat melakukan gerakan overprotektif dan sewenang-wenang.

Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat sebelumnya juga telah melakukan penyelidikan dugaan adanya praktik dumping. Dalam penyelidikan itu, jika komisi tersebut menemukan kerugian AS karena impor biodiesel, tarifnya akan dikenakan, tapi jika tidak, mereka akan ditarik kembali. Komisi tersebut sebelumnya dijadwalkan mengumumkan keputusannya pada 21 Desember 2017.

“Jika metodologi dan perhitungan yang digunakan oleh AS tidak sesuai dengan Perjanjian Pemberian Subsidi dan Penghitungan WTO, kami akan mempertimbangkan untuk mengevaluasi impor Indonesia dari AS,” tambah Enggartiasto.

Kemenangan Indonesia atas Sengketa Eskpor Biodiesel

Pada 2016, ekspor biodiesel Indonesia ke AS mencapai US $ 255,56 juta atau 89,19 persen dari total ekspor biodiesel Indonesia. Namun pada 2017, ekspor dihentikan karena tindakan anti dumping. Hal yang sama juga terjadi dengan ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa. Tapi beruntungnya, WTO telah memutuskan untuk mendukung beberapa tantangan yang dibuat oleh Indonesia terhadap tugas anti-dumping yang diberlakukan pada ekspor biodiesel ke Uni Eropa, kata Menteri Perdagangan pada hari Jumat (26/01/18).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dalam sebuah pernyataan; “Keputusan tersebut kemudian akan membuka kembali pasar Indonesia dan menghidupkan kembali ekspor biodiesel kami ke UE, yang telah menurun tajam karena adanya tugas anti-dumping yang diberlakukan oleh UE”.

Keputusan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian tantangan hukum terhadap bea impor yang diberlakukan oleh UE atas impor biodiesel dari Indonesia dan Argentina pada tahun 2013. Ya, Sejak 2013, UE telah memberlakukan bea masuk atas produk biodiesel Indonesia dengan margin dumping antara 8,8 dan 23,3 persen. Langkah www.angkapelangi.net tersebut menyebabkan penurunan ekspor biodiesel sebesar 42,84% menjadi US $ 150 juta pada 2016 dari $ 649 juta pada tahun 2013.

Kemudian, sebuah panel WTO mengenai kasus ini, yang dibawa oleh Indonesia pada tahun 2014, mengatakan dalam sebuah keputusan yang diumumkan pada hari Kamis bahwa UE perlu membawa langkah-langkahnya agar sesuai dengan kesepakatan WTO. WTO sendiri telah menerima enam demonstrasi di Indonesia mengenai perselisihan biodiesel dengan Uni Eropa. “Saat ini kami menunggu UE mencabut bea masuk biodiesel yang sudah ada sejak 2013,” kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan.

Sinopsis

Fakta-Fakta Film Eiffel I’m In Love

Selain Ada Apa Dengan Cinta yang dibintangi oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra, film dengan tema cinta remaja yang tak kalah populer pada saat itu adalah Eiffel I’m in Love. Masih mengangkat kisah cinta pasangan muda-mudi, Adit dan Tita yang diperankan oleh Samuel Rizal dan Sandy Aulia, di tahun  2018 ini Anda dapat menikmati kelanjutan hubungan asmara mereka pada sekuelnya yang akan dirilis bertepatan dengan perayaan hari Valentine. Pada film pertamanya ada lebih dari 2.8 juta penonton yang menjadi saksi kisah cinta mereka, nah, apakah film sekuelnya juga akan mencapai sukses yang sama? Berikut ulasannya.

 

Fakta film Eiffel I’m in Love

Hampir sama dengan film AADC, Eiffel I’m in Love juga menunggu lebih dari 1 dekade untuk dibuat film sekuelnya. Tentu saja para fans pun dibuat penasaran apakah akhirnya cinta mereka bersatu atau justru bubar jalan. Sebelum menonton kisahnya di layar lebar pada 14 Februari 2018, inilah fakta-fakta yang penting untuk Anda ketahui.

 

Film sekuel digarap setelah 14 tahun

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya memang dibutuhkan waktu cukup lama untuk memproduksi sekuel film Eiffel I’m in Love ini. Sunil Soraya selaku produser, kemudian menggandeng Rizal Mantovani di tahun 2017 untuk membuat kelanjutan kisah Adit dan Tita. Meskipun telah cukup lama berlalu, buktinya para fans Nonton film online tak melupakan kisah cinta remaja ini. Buktinya, dari triler yang telah dipublikasikan, tercatat ada lebih dari 1 juta orang telah menontonnya.

 

Lebih banyak syuting di Paris

Berbeda dengan film pertamanya, pada sekuel film Eiffel I’m in Love ini pengambilan gambar ternyata lebih banyak dilakukan di Paris Prancis daripada di ibukota. Pastinya akan seru sekali menyaksikan lanjutan cerita cinta mereka sekaligus disuguhi pemandangan kota Paris nan romantis dan cantik.

 

Penulis scenario berganti-ganti

Sebagaimana yang kita ketahui, sutradara yang pertama kali menggarap film ini, Nasry Cheppy telah berpulang, sehingga Sunil berusaha mencari penulis scenario yang cocok untuk memproduksi film sekuelnya. Ia mengaku agak kesulitan menemukan penulis scenario untuk sekuel film ini hingga akhirnya pilihan jatuh pada Donna Rosamayna yang mampu menggambarkan hubungan Adit dan Tita dengan lebih dewasa.

 

Soundtrack-nya tetap digarap oleh Melly Goeslow dan Anto Hoed

Sama seperti film pertamanya, yang dipercaya untuk menggarap original soundtrack film Eiffel I’m in Love 2 ini adalah pasangan Melly Goeslow dan Anto Hoed. Sebagai penyanyi adalah pendatang baru Rama Davis serta Adikara Fardy dengan single lagu bertajuk I Do yang telah dipublikasikan sejak penghujung tahun lalu.

 

Tetap diperankan oleh  pemain lama

Tak perlu khawatir ada pergantian pemain karena sekuel film ini masih diperankan oleh actor dan aktris yang sama, yaitu Shandy Aulia, Samuel Rizal, Tommy Kurniawan, Saphira Indah, Hilda Arifin,  sampai Helmy Yahya.

 

Ada karakter baru

Selain deretan selebritis di atas, pada sekuel  Eiffel I’m in Love akan muncul karakter baru bernama Wafda.

 

Plot lebih romantis dan penuh intrik

Seiring dengan semakin dewasanya tokoh utama tentu konflik dan kisah yang disajikan juga akan semakin rumit dan dipenuhi intrik. Tak hanya berpusat pada kisah cinta mereka, di sini  penonton pun akan dibuat terhanyut dengan konflik keluarga serta persahabatan yang terjadi pada mereka berdua.

 

Anda bisa menonton film ini bersama pasangan atau para sahabat dalam rangka reuni. Pastinya akan seru sekali. Nah, jangan lupa jadwal tayangnya.