Berita Internasional

Patung Karl Marx di Trier sumbangan dari China

Trier, kota yang terletak di barat Negara Jerman tengah merayakan ulang tahun ke-200 filsuf Karl Marx. Peringatan ini dilakukan dengan mendirikan sebuah patung setinggi 4.4 meter. Seperti yang dilansir oleh Associated Press via US News, patung tersebut menampilkan sosok sang filsuf dengan jenggotnya yang lebat serta jubah. Patung perunggu tersebut merupakan donasi dari China dan saat perilisannya dihadiri oleh sekitar 200 orang.

 

Patung Karl Marx merupakan lambang persahabatan Jerman – China

Gubernur Rhineland-Palatinate, Malu Dreyer mengatakan bahwa patung tersebut adalah lambang sekaligus jembatan untuk menjalin persahabatan dengan China. Wolfram Leibe, Wali Kota Trier juga mengatakan hal yang kurang lebih sama, sekaligus menyebutkan bahwa patung tersebut tak berarti pemujaan terhadap tokoh togel hongkong controversial tersebut. Dari Washington Post, Leibe menjelaskan bahwa tentang donasi patung tersebut telah didiskusikan selama 2 tahun dan kota Trier menerimanya sebagai bentuk persahabatan.

 

Presiden China, Xi Jinping menyatakan bahwa Marx adalah filsuf dengan pemikiran paling hebat pada era modern. Lebih jauh, Presiden Xi mengatakan bahwa hari ulang tahun Karl Marx menjadi momentum untuk menghormati dengan mendeklarasikan keyakinan akan kebenaran ilmu pengetahuan yang digagasnya. Karl Marx adalah filsuf berkebangsaan Jerman yang dilahirkan pada 5 maret 1818 dan terkenal dengan dua karyanya yaitu Das Kapital dan The Communist Manifesto sebagai peletak komunisme.

 

Protes dari para korban komunisme

Di sisi lain peresmian patung perunggu serta perayaan ulang tahun ke 200 Marx tersebut menuai gelombang protes dari beberapa kelompok masyarakat yang mewaliki para tumbal komunisme. Dieter Dombrowski, ketua kelompok aktivis mengatakan bahwa mereka setuju untuk memperdebatkan Marx, namun menolak untuk memujinya. Saat akhir Perang Dunia II dan Jerman terbelah menjadi Jerman Timur dan Jerman Barat, masyarakat di Jerman Timur masih merasa trauma dengan perundungan yang mereka dapatkan dari rezim komunis. Sementara Christian Soffel, Profesor Studi China di Universitas Trier menduga bahwa peresmian patung tersebut berkaitan dengan agenda politik.

 

Sekilas tentang Karl Marx

Karl Heinrich Marx adalah filsuf yang buah pikirannya telah mewarnai wajah dunia selama sepanjang abad ke-20. Ia lahir di kota Trier, Provinsi Rhine, Prussia, Jerman. Selain Das Kapital, karyanya yang lain dan juga menjadi pegangan bagi pengikut dunia komunis modern  adalah Manifes der Kommunistischen Partei. Ia adalah salah satu dari 9 buah hati pasangan Heinrich serta Heinrietta Marx. Setelah menempuh pendidikan dasarnya hingga berusia 12 tahun dengan belajar di rumah, Marx kemudian melanjutkan studinya di sekolah Jesuit Friedrich Wilhelm Gymnasium, Trier.

 

Selanjutnya ia belajar di Universitas Bonn dengan kehidupan akademis yang luar biasa. Ia tumbuh menjadi pemuda pemberontak hingga sang Ayah memaksanya untuk kuliah di Universitas Berlin. Ia pun mempelajari hukum dan filsafat bersama guru besar di universitas tersebut, GWF Hegel. Ia pun mulai terlibat dengan kelompok mahasiswa radikal yang anti kemapanan terutama politik dan kehidupan beragama pada masa tersebut. Gelar doktornya berhasil ia dapatkan dari Universitas Jena, sayangnya ia tak berhasil menjadi dosen karena pemikirannya yang radikal.

 

Ia pun akhirnya berkarier di bidang jurnalisme dengan menulis jurnal-jurnal politik yang mengkritik pemerintah. Setelah menikahi Jenny von Westphalen pasangan ini lalu pindah ke Paris dan mulai menerbitkan jurnal politik lagi bernama Deutsch – Franzosishe Jahrbucher. Nekat menerbitkan Koran beraliran radikal membuat Marx dideportasi dari Prancis.

 

Ia pun berpindah ke Brussels sebelum pemerintah Belgia kembali mengusirnya sementara Prussia tak lagi mau menerimanya. Karl Marx pun pergi ke London dan tinggal di kota tersebut hingga akhir hayatnya. Di kota ini pula lah ia menerbitkan bagian pertama dari buku Das Kapital yang sayangnya volume berikutnya tak pernah ia selesaikan karena maut keburu menjemputnya akibat penyakit radang selaput dada.

Leave a Comment