Uncategorized

GBK Rusak Rp 150 Juta, Ketua Jakmania Bantah Anggotanya Terlibat

Dalam babak final Piala Presiden hari Sabtu (17/2) kemarin, Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan telak 3-0. Disaksikan lebih dari 70 ribu Jakmania yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), kemenangan atas Bali United itu justru berbuntut panjang karena diduga para Jakmania melakukan pengrusakan GBK saat pesta kemenangan.

 

Tak main-main, GBK yang baru saja direnovasi dengan uang pajak rakyat sebesar Rp 700 miliar untuk persiapan Asian Games 2018 itu harus kembali diperbaiki. Dilansir Detik, Winarto selaku Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK menyebutkan kalau total kerusakan GBK mencapai Rp 150 juta meliputi tiga pintu masuk yang rusak, tujuh segmen (pembatas antara penonton dengan lapangan) roboh, satu kursi yang bautnya lepas dan taman bunga serta pohon di GBK yang hancur terinjak-injak atau roboh.

 

Kerusakan inipun membuat masyarakat luas langsung mencibir Jakmania hingga menyuarakan larangan untuk Persija kembali menggunakan GBK. Hal ini akhirnya membuat Ferry Indrasjarief selaku Ketua Umum The Jakmania angkat bicara. Ferry menyebut jika pelaku aksi pengrusakan itu bukanlah anggota togel hongkong resmi Jakmania yang berjumlah 40 ribu dari 64 korwil berbeda.

 

“Memang antusiasnya luar biasa karena final, dia ingin masuk karena layar lebar di luar mati sehingga ingin masuk. Bukan berarti saya mentolerir tindakan anarkis itu tapi kami lihat juga antusiasmenya. Jadi mungkin ini pembelajaran semua apakah GBK itu pengaturannya sudah aman semua. Jadi kemarin itu bukan rusuh, kalau rusuh di luar ada hancur-hancuran. Jadi kerusakan yang bertanggung jawab ialah panitia penyelenggara. Kami sudah berusaha dengan melakukan kampanye. Kalau bergabung kami atur seperti apa masuknya, kemudian mendapatkan tiket. Namun selain itu, maka di luar kuasa kami. Jika itu anggota saya, saya keluarkan dia. Tapi tidak ada satupun korwil yang mengatakan ada anggotanya yang melakukan pelanggaran,” tutup Ferry.

 

Persija Siap Edukasi Jakmania

 

Hampir senada dengan Ferry, Direktur Persija Jakarta yakni Gede Widiade juga bertekad untuk memberikan pengarahan kepada Jakmania. Gede menyebutkan kalau Winarto memang sempat menghubunginya bukan untuk berbicara perihal aksi vandalisme yang dilakukan oknum Jakmania, melainkan mengenai apakah ada korban dari pihak suporter. Dalam kesempatan yang sama, Gede juga menyebut kalau aksi pengrusakan GBK itu lantaran antusias sangat besar Jakmania ingin tetap nonton langsung meskipun tak dapat tiket resmi.

 

“Jadi kami wajib untuk melakukan edukasi kepada suporter agar aset tersebut tetap dijaga. Teman-teman Jakmania harus mencoba untuk mengedukasi diri agar tidak terjadi lagi kerusakan. Saya tidak bicara kalau kemarin bukan Jakmania. Saya harap supaya identifikasinya itu gampang, masyarakat/suporter yang ingin menonton Persija sebaiknya mempunyai identifikasi diri berupa kartu The Jakmania. Supaya jelas, mudah untuk membeli tiketnya. Kalau mereka anggota The Jakmania tidak perlu mereka antre di loket, cukup mereka mendaftar di korwil dan mendapatkan tiket di korwil,” ungkap Gede.

 

Persija Optimis Sambut Liga Indonesia 2018

 

Sementara itu, lepas dari ulah oknum Jakmania yang membuat kemenangan Persija tercoreng, klub yang berakhir di posisi keempat klasemen Liga Indonesia musim 2017 itu memilih optimis menyambut musim 2018. Selain gelar Piala Presiden 2018, Persija memang sukses menjuarai turnamen pramusem BoostSportsFix Super Cup di Malaysia. Kedua gelar ini jadi modal penting Persija menjuarai Liga Indonesia musim 2018. Apalagi terakhir kali Persija menjuarai liga sepakbola tertinggi di Indonesia itu pada tahun 2001, 17 tahun silam.

Leave a Comment