Badminton

India Terbuka 2018 Jadi Debut Reuni Hendra/Ahsan

Pada tahun 2013 silam, nama Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan adalah salah satu ‘raksasa’ ganda putra badminton dunia. Meraih peringkat pertama ganda putra bulutangkis terbaik di Bumi pada akhir November 2013, pasangan Hendra/Ahsan justru terpaksa ‘bercerai’ usai ajang Olimpiade Rio 2016 silam. Tidak dipertahankan lagi oleh PBSI, Hendra pun memilih keluar dari Pelatnas Cipayung dan mengikuti kompetisi badminton secara mandiri.

 

Hendra pun berpasangan dengan atlet badminton Malaysia, Tan Boon Heong yang membuat mereka kini duduk nyaman di peringkat ke-22 ganda putra dunia. Namun jelang Asian Games 2018, nama Hendra masuk sebagai salah satu punggawa timnas badminton putra Indonesia. Hendra pun dikembalikan lagi dengan pasangannya yakni Ahsan. Pasangan peraih medali emas Asian Games Incheon 2014 itu akan siap tampil untuk pertama kalinya bersama pada turnamen internasional, India Terbuka 2018 BWF World Tour Super 500.

 

Bergulir pada 30 Januari-4 Februari, ini adalah ajang internasional pertama Hendra/Ahsan setelah sebelumnya meraih gelar juara di Kejuaraan Nasional Bulutangkis pada November 2017. Pernah empat tahun bersama, kembali dipasangkannya Hendra/Ahsan adalah salah satu strategi PBSI jelang Piala Thomas dan Asian Games 2018. PBSI rupanya tengah mengatur kekuatan dan mencari ganda putra kedua pelapis Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang kini masih nyaman di posisi puncak ganda putra bulutangkis terbaik dunia. Tak hanya Hendra/Ahsan yang kembali bergabung, India Terbuka 2018 juga jadi reuni dari Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Angga sendiri sempat berpasangan dangan Ricky Karanda Suwardi dan Rian berpasangan dengan Ahsan.

 

Kegagalan Hendra Setiawan di Indonesia Masters

 

Meskipun sempat juara di turnamen nasional akhir 2017, kiprah Hendra sebetulnya di ajang internasional pembuka 2018 belumlah sesuai harapan. Ikut ambil bagian di Indonesia Masters 2018 dengan statusnya sebagai pemain  Pelatnas, Hendra yang dipasangkan dengan Rian justru cuma bisa sampai babak 16 besar. Tak main-main, mereka berdua disingkirkan oleh rekan senegara mereka, sang Minions yakni Kevin/Marcus, seperti dilansir Detik.

 

Setelah gagal, Hendra tak mau berlama-lama terpuruk. Pria berusia 33 tahun ini bahkan menyambut antusias untuk tampil di India Terbuka 2018 bersama Ahsan.”Persiapannya memang tinggal sepekan. Ini risiko karena memang bulan ini banyak pertandingan dewa poker jadi dijalankan saja. Paling penting jangan sampai sakit. Sama Ahsan sebenarnya tinggal mengasah kekompakan lagi. Sama fisik. Saat ini saya lebih banyak latihan fisik karena untuk strategi sudah ada. Minimal targetnya semifinal dulu. Saya tak mau langsung tinggi, bertahap saja,” tutur Hendra.

 

Balik ke PBSI, Hendra Jadi Atlet Magang

 

Meskipun pernah jadi salah satu atlet badminton pria terkuat Indonesia, kembalinya Hendra ke pelatnas tidak serta-merta berjalan mulus. Hendra rupanya harus puas berstatus sebagai atlet magang Cipayung. Meskipun demikian, Hendra yang diminta langsung oleh PBSI menjadi ganda putra pelapis tetap akan berusaha semaksimal mungkin.

 

Kembali ke pelatnas Cipayung dan mulai berlatih kali pertama pada pertengahan Januari 2018, Hendra rupanya sudah memiliki target tersendiri. “Untuk target jangka panjang saya belum tahu. Hanya untuk target utama yang terdekat adalah Kualifikasi Piala Thomas di Malaysia. Keinginan saya sih semoga bisa tampil di Asian Games. Kalau bisa menembus peringkat sepuluh besar dunia. Tidak masalah dengan aturan minimal 12 turnamen sepanjang tahun,” tutup peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido itu.

Leave a Comment