Ekonomi

Indonesia Menangkan Sengketa Bea Masuk Biodiesel Atas Uni Eropa

Indonesia telah memenangkan sengketa biodiesel atas Uni Eropa (UE) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang akan membuka jalan bagi negara Asia Tenggara untuk menghidupkan kembali ekspor biodiesel ke UE. Sebelumnya, dua bulan yang lalu, Indonesia telah meminta AS untuk membatalkan tugas countervailing pada biodiesel.Sepertinya, langkah ini dipandang tepat untuk membuka kembali ekspor dan daya saing biodesel Indonesia di pasar internasional.

Indonesia Minta AS Batalkan Tugas Countervailing

Dua bulan lalu, Indonesia telah meminta Amerika Serikat untuk membatalkan keputusan akhir tentang pemberlakuan tugas countervailing pada produk biodiesel Indonesia, dengan mengenakan tarif antara 34,45-664 persen. “Pemerintah Indonesia meminta pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dan menghormati hubungan baik antara kedua negara,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam sebuah pernyataan.

Pada saat itu, Enggartiasto juga mengatakan bahwa Indonesia akan mempertimbangkan kembali untuk mengajukan pengaduan ke pengadilan AS dan badan penyelesaian sengketa WTO mengenai tindakan anti-dumping yang diambil oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat (USDOC) pada 9 November 2017. Seperti diketahui jika USDOC juga memberlakukan tindakan serupa terhadap Argentina dengan memberlakukan tarif yang lebih tinggi antara 71,45 hingga 72,28 persen. Enggartiasto menuduh rekan-rekannya di Amerika Serikat melakukan gerakan overprotektif dan sewenang-wenang.

Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat sebelumnya juga telah melakukan penyelidikan dugaan adanya praktik dumping. Dalam penyelidikan itu, jika komisi tersebut menemukan kerugian AS karena impor biodiesel, tarifnya akan dikenakan, tapi jika tidak, mereka akan ditarik kembali. Komisi tersebut sebelumnya dijadwalkan mengumumkan keputusannya pada 21 Desember 2017.

“Jika metodologi dan perhitungan yang digunakan oleh AS tidak sesuai dengan Perjanjian Pemberian Subsidi dan Penghitungan WTO, kami akan mempertimbangkan untuk mengevaluasi impor Indonesia dari AS,” tambah Enggartiasto.

Kemenangan Indonesia atas Sengketa Eskpor Biodiesel

Pada 2016, ekspor biodiesel Indonesia ke AS mencapai US $ 255,56 juta atau 89,19 persen dari total ekspor biodiesel Indonesia. Namun pada 2017, ekspor dihentikan karena tindakan anti dumping. Hal yang sama juga terjadi dengan ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa. Tapi beruntungnya, WTO telah memutuskan untuk mendukung beberapa tantangan yang dibuat oleh Indonesia terhadap tugas anti-dumping yang diberlakukan pada ekspor biodiesel ke Uni Eropa, kata Menteri Perdagangan pada hari Jumat (26/01/18).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dalam sebuah pernyataan; “Keputusan tersebut kemudian akan membuka kembali pasar Indonesia dan menghidupkan kembali ekspor biodiesel kami ke UE, yang telah menurun tajam karena adanya tugas anti-dumping yang diberlakukan oleh UE”.

Keputusan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian tantangan hukum terhadap bea impor yang diberlakukan oleh UE atas impor biodiesel dari Indonesia dan Argentina pada tahun 2013. Ya, Sejak 2013, UE telah memberlakukan bea masuk atas produk biodiesel Indonesia dengan margin dumping antara 8,8 dan 23,3 persen. Langkah www.angkapelangi.net tersebut menyebabkan penurunan ekspor biodiesel sebesar 42,84% menjadi US $ 150 juta pada 2016 dari $ 649 juta pada tahun 2013.

Kemudian, sebuah panel WTO mengenai kasus ini, yang dibawa oleh Indonesia pada tahun 2014, mengatakan dalam sebuah keputusan yang diumumkan pada hari Kamis bahwa UE perlu membawa langkah-langkahnya agar sesuai dengan kesepakatan WTO. WTO sendiri telah menerima enam demonstrasi di Indonesia mengenai perselisihan biodiesel dengan Uni Eropa. “Saat ini kami menunggu UE mencabut bea masuk biodiesel yang sudah ada sejak 2013,” kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan.

Leave a Comment